Suaranusantara.com – Tradisi Lebaran Ketupat yang dirayakan sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri diperkirakan menjadi salah satu faktor pemicu lonjakan arus balik di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk.
Momentum budaya ini membuat pergerakan masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya, meningkat dalam waktu yang hampir bersamaan.
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menilai, perayaan tersebut berpotensi menambah kepadatan arus balik, terutama dari kawasan Tapal Kuda seperti Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo, hingga Banyuwangi, serta wilayah Kepulauan Madura.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, mengingatkan masyarakat untuk tidak hanya terpaku pada waktu-waktu puncak. Ia menekankan pentingnya pengaturan jadwal perjalanan agar tidak menumpuk di satu periode yang sama.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mengatur jadwal perjalanan lebih awal atau memilih waktu alternatif di luar periode puncak arus balik, guna menghindari kepadatan yang berpotensi terjadi di Pelabuhan Ketapang,” ujar Masyhud dalam keterangannya, Rabu (25/3).
Menurutnya, lonjakan penumpang yang terpusat dalam waktu singkat dapat memicu antrean panjang dan meningkatkan waktu tunggu, sehingga berdampak pada kenyamanan perjalanan. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan arus balik Lebaran tahun ini.
Pemerintah sendiri terus berupaya mengantisipasi lonjakan tersebut dengan mengoptimalkan layanan penyeberangan, termasuk menambah armada serta mengatur operasional di lapangan. Namun, kelancaran arus balik dinilai tidak hanya bergantung pada kesiapan pemerintah, tetapi juga kesadaran masyarakat.
Di sisi lain, masyarakat juga didorong untuk memanfaatkan layanan informasi resmi terkait kondisi pelabuhan serta melakukan pembelian tiket secara daring guna menghindari antrean di lokasi.
Sebagai gambaran, PT ASDP Indonesia Ferry memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 di lintasan Jawa-Bali akan terjadi pada 26 hingga 29 Maret 2026. Pada periode tersebut, penyeberangan dari Ketapang menuju Gilimanuk diperkirakan mengalami lonjakan signifikan baik dari sisi kendaraan maupun penumpang.


















Discussion about this post