Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Hari Nelayan Nasional 2026, Wakil Ketua MPR RI Ibas Tekankan Ekonomi Biru Dan Ketahanan Pangan Bangsa

Drt by Drt
6 April 2026
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
A A
Hari Nelayan Nasional 2026, Wakil Ketua MPR RI Ibas Tekankan Ekonomi Biru Dan Ketahanan Pangan Bangsa

Hari Nelayan Nasional 2026, Wakil Ketua MPR RI Ibas Tekankan Ekonomi Biru Dan Ketahanan Pangan Bangsa

2
SHARES
16
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com– Dalam rangka memperingati Hari Nelayan Nasional, Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menegaskan pentingnya penguatan ekonomi biru dan ketahanan pangan nasional sebagai agenda strategis Indonesia ke depan. Hal tersebut disampaikan dalam Diskusi Kebangsaan MPR RI bertajuk “Kedaulatan Maritim dan Kesejahteraan Nelayan di Era Ekonomi Biru.”

Kegiatan ini menghadirkan para pakar, akademisi, teknokrat, pelaku industri, serta perwakilan masyarakat dan komunitas nelayan untuk merumuskan arah kebijakan maritim Indonesia yang berkelanjutan dan inklusif.

Dalam sambutannya, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI tersebut mengapresiasi dedikasi nelayan Indonesia sebagai pahlawan pangan laut yang selama ini menjaga ketersediaan protein bagi masyarakat.

BACAJUGA

Lestari Moerdijat: Butuh Pola Pendampingan Tepat dan Keteladanan untuk Karakter Anak Bangsa

Lestari Moerdijat: Perbaikan Ekosistem Pendidikan Vokasi harus Konsisten dan Menyeluruh

“Selamat Hari Nelayan Nasional bagi kita semua. Nelayan adalah garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan bangsa. Laut adalah masa depan kita, dan nelayan adalah penjaganya,” ujar Ibas.

Ia menekankan bahwa forum diskusi kebangsaan harus mampu melahirkan gagasan yang tidak berhenti di ruang diskusi, tetapi menjadi solusi nyata bagi masyarakat.

“Kita ingin memastikan bahwa gagasan dalam forum ini tidak berhenti di ruang diskusi, tetapi berkembang menjadi solusi konkret. Sektor kelautan dan perikanan harus tumbuh sebagai ekosistem yang utuh dan mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya nelayan,” tegasnya.

Ibas juga menyoroti kondisi global yang penuh ketidakpastian, mulai dari krisis pangan, energi, hingga gangguan rantai pasok, yang menuntut Indonesia untuk semakin memperkuat kemandirian nasional.

“Di tengah dinamika global, konflik, krisis energi, dan disrupsi rantai pasok, kita harus menegaskan kembali pentingnya ketahanan pangan nasional, termasuk dari sektor kelautan,” lanjutnya.

Menurut lulusan S2 Nanyang Technological University dari Singapura tersebut, konsep ekonomi biru harus diimplementasikan secara nyata sebagai strategi pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak pada kesejahteraan rakyat.

“Ekonomi biru tidak boleh berhenti sebagai konsep. Blue food harus menjadi kekuatan nyata dalam sistem pangan nasional yang kita bangun bersama,” ujarnya.

Lebih lanjut, lulusan S3 IPB University ini mengingatkan pentingnya menempatkan nelayan sebagai subjek utama pembangunan.

“Kita tidak boleh meninggalkan masyarakat lokal, para nelayan kita. Mereka harus menjadi aktor utama dalam ekosistem kelautan yang berkelanjutan. Pembangunan sejatinya adalah memperluas kebebasan manusia,” ungkapnya.

Indonesia, lanjutnya, memiliki kekayaan hayati laut yang sangat besar, mulai dari ikan tuna, kakap, kerapu, hingga udang dan lobster, serta ekosistem penting seperti terumbu karang, mangrove, dan rumput laut. Selain itu, komoditas bernilai tinggi seperti mutiara dan produk turunan kelautan memiliki potensi besar di pasar global.

“Potensi kita luar biasa. Tantangannya adalah bagaimana menjaga sekaligus mengelola kekayaan ini secara bijak agar benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Wakil Ketua Dewan Penasihat KADIN tersebut.

Edhie Baskoro juga menyoroti pentingnya kesinambungan kebijakan lintas pemerintahan dalam membangun sektor kelautan nasional. Ia mengapresiasi fondasi kebijakan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang memperkuat kelembagaan nelayan dan diplomasi maritim, serta arah kebijakan di era Presiden Prabowo Subianto yang mendorong ketahanan pangan berbasis laut dan penguatan investasi sektor perikanan.

“Pembangunan sektor kelautan adalah proses lintas zaman. Fondasi yang kuat harus terus kita lanjutkan agar memberikan hasil yang berkelanjutan,” ujar Anggota Dapil Jawa Timur VII ini.

Selain itu, ia menekankan bahwa tantangan sektor kelautan tidak hanya pada produksi, tetapi juga pada distribusi, akses permodalan, teknologi, dan dampak perubahan iklim.

“Distribusi harus lebih efisien, teknologi harus ditingkatkan, dan keberpihakan anggaran harus benar-benar dirasakan oleh nelayan,” tegasnya.

Edhie Baskoro juga mendorong transformasi industri perikanan melalui hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing global.

“Kita tidak boleh hanya menjual hasil laut dalam bentuk mentah. Kita harus masuk ke industri pengolahan agar memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar global,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Ibas mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun budaya maritim yang kuat, termasuk mendorong konsumsi pangan laut sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Ketika konsumsi pangan laut meningkat, kita tidak hanya memperkuat ekonomi nelayan, tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan dan kecerdasan generasi bangsa,” pungkasnya.

Dalam diskusi tersebut, sejumlah pakar turut memberikan pandangan strategis. Prof. Dr. Ir. Sugeng Hari Wisudo, M.Si menekankan pentingnya efisiensi energi dan teknologi ramah lingkungan, serta penguatan koperasi nelayan dan diversifikasi usaha seperti fishing tourism.

Sementara itu, Dr. Ir. Firdaus Basbeth menyoroti pentingnya penguatan rantai nilai agar nelayan memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar, dengan koperasi sebagai salah satu solusi utama.

Adapun Dr. Roza Yusfiandayani menggarisbawahi tantangan nyata yang dihadapi nelayan, seperti musim paceklik, cuaca ekstrem, dan rendahnya pendapatan, serta pentingnya dukungan teknologi dan informasi.

Dari Fraksi Partai Demokrat, Anggota Komisi IV DPR RI Hasan Saleh menyampaikan bahwa berbagai masukan dalam forum ini akan menjadi perhatian serius di tingkat legislatif.

Anggota Komisi IV lainnya, Ellen Esther, menyoroti pentingnya penguatan program Kampung Nelayan Merah Putih sebagai upaya peningkatan kesejahteraan nelayan secara terintegrasi.

Sementara itu, M. Zulfikar Suhadi menekankan pentingnya keseimbangan antara investasi dan perlindungan nelayan kecil agar pembangunan sektor kelautan tetap inklusif.

Diskusi kebangsaan ini turut dihadiri oleh Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, para pakar dan akademisi, serta berbagai organisasi kemaritiman seperti Universitas Padjadjaran, Conservation Strategy Fund Indonesia, AquaBio Fresh Indonesia, Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia, Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia, Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia, serta komunitas pemuda dan nelayan.

Melalui forum ini, diharapkan lahir rekomendasi kebijakan yang mampu memperkuat kedaulatan maritim Indonesia sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan sebagai pilar utama ekonomi biru nasional.

Diskusi kebangsaan ini turut dihadiri oleh Anggota Komisi IV Fraksi Partai Demokrat, yakni Hasan Saleh, M. Zulfikar Suhadi, dan Ellen Esther, serta para pakar dan akademisi. Di antaranya Prof. Dr. Ir. Sugeng Hari Wisudo, M.Si, Guru Besar dan pakar di Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University; Dr. Ir. Firdaus Basbeth, Kepala Research Centre & Case Clearing House di PPM School of Management; serta Dr. Roza Yusfiandayani, Wakil Kepala Lembaga Bidang Inovasi, Alih Teknologi, dan Pemberdayaan Masyarakat (LPIK) IPB University.

Turut hadir pula berbagai perwakilan organisasi kemaritiman Indonesia, baik dari kalangan akademisi maupun komunitas, seperti Universitas Padjadjaran, Conservation Strategy Fund (CSF) Indonesia, AquaBio Fresh Indonesia, Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI), Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO), Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), Kesatuan Pelajar Pemuda dan Mahasiswa Pesisir Indonesia, serta Komunitas Teman Nelayan Indonesia.

Tags: Ekonomi BiruIbasKetahanan PAnganNelayan NasionalWakil Ketua MPR RI
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Chatib Basri disebut bakal gantikan Purbaya Yudhi Sadewa (Instagram @perspektif.idn)
Nasional

Siapa Chatib Basri? Diisukan Bakal Gantikan Purbaya sebagai Menkeu

by Feri Spt
5 June 2026

Suaranusantara.com- Nama Chatib Basri tengah menjadi perbincangan hangat lantaran...

Chatib Basri pulang ke Indonesia di tengah santernya isu mundurnya Purbaya dari kursi Menkeu (Instagram @ingfosmua)
Nasional

Sinyal Purbaya Mundur dari Menkeu, Chatib Basri Tiba-tiba Pulang ke Indonesia

by Feri Spt
5 June 2026

Suaranusantara.com- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa diisukan bakal...

Mensesneg Prasetyo Hadi saat memberikan keterangan pers terkait pencopotan Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Selasa 2 Juni 2026 (Istimewa)

Begini Sikap Prabowo Usai Tiga Eks Pimpinan BGN Resmi Tersangka Korupsi MBG, Istana Beberkan

5 June 2026
Presiden RI Prabowo Subianto angkat bicara terkait pencopotan Dadan Hindayana dari Kepala BGN (Instagram @presidenrepublikindonesia)

Prabowo Larang Mitra MBG Sajikan Lauk Telur Dadar: Khawatir Ada Banyak Bahan Campuran

5 June 2026
Presiden RI Prabowo Subianto soroti potongan ayam MBG (Instagram @bongkarsarang)

Ayam MBG Disorot Prabowo, Ini Beda Potongan Ayam 8,12 dan 14

5 June 2026
Presiden RI Prabowo Subianto janji perkuat aparat hukum (Instagram @presidenrepublikindonesia)

Ramai Isu Penggulingan Ala 98, Prabowo Didorong Rangkul Dua Kekuatan: PDI Perjuangan dan Habib Rizieq

5 June 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (Instagram @andreaspareira)

Prabowo Akan Tertibkan Pengamat Tak Suka Pemerintahannya, PDI Perjuangan: Ini Risiko Rakyat yang Telah Memilih

3 months ago
Rupiah Melemah, Dolar AS Kuat (Dok ilustrasi)

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Menjelang RDG BI

3 months ago
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani tanggapi soal kebijakan WFH (Instagram @shibtawidjajakamdani)

Begini Kata Pengusaha Soal Opsi WFH Demi Hemat BBM Imbas Perang Timur Tengah

3 months ago
Ilustrasi harga emas mulai dari Antam mengalami kenaikan (instagram @sukabumikuid)

Harga Emas Antam Kembali Melemah Buyback Ikut Turun

3 months ago
Salah satu twibbon Lebaran 2026 (twibbonize.com)

Idulfitri 1447 H Segera Tiba, Berikut Link Twibbon Lebaran 2026 Download Gratis Langsung Pejeng Status di Medsos

3 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Purbaya Yudhi Sadewa tepis isu mundur dari Menkeu (Instagram @pakpurbayafans)
Nasional

Isu Reshuffle Menguat, Purbaya Tepis Isu Mundur dari Menkeu

by Feri Spt
5 June 2026

Suaranusantara.com- Mencuat kabar Purbaya Yudhi Sadewa akan mundur dari kursi Menteri Keuangan (Menkeu). Kabar ini beredar luas...

Presiden Buruh sekaligus Ketua KSPI, Said Iqbal diisyaratkan masuk kabinet Prabowo (Dok Suaranusantara.com)

Sinyal Masuk Kabinet Prabowo, Said Iqbal: Tunggu Pengumuman Resmi

5 June 2026

Jadi Kepala BGN Baru, Nanik Berkomitmen Benahi Program MBG

5 June 2026

Pemerintah Pastikan Penahanan Wamen Imipas Tak Ganggu Pelayanan Imigrasi

4 June 2026
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi beberkan alasan pencopotan Dadan Hindayana dan dua Wakil Kepala BGN (Istimewa)

Respon Istana soal Penahanan Wamen Impas Silmy Karim

4 June 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com