Suaranusantara.com- Kebakaran yang terjadi di kawasan Kampus Anggrek BINUS University, menyebabkan aktivitas perkuliahan sementara dialihkan menjadi daring atau online.
Peristiwa tersebut membuat sejumlah mahasiswa kebingungan karena akses masuk ke area kampus ditutup demi alasan keamanan dan proses pemeriksaan pascakejadian.
Pihak kampus menegaskan bahwa kebijakan tersebut dilakukan untuk melindungi seluruh civitas akademika sambil memastikan kondisi gedung benar-benar aman digunakan kembali.Kejadian ini terjadi di Kampus Binus Anggrek yang berlokasi di Palmerah, Jakarta Barat, pada Kamis pagi, 22 Mei 2026.
Setelah muncul laporan kebakaran di salah satu area gedung, petugas keamanan dan tim terkait langsung melakukan penanganan awal serta mengevakuasi area kampus. Tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut, namun aktivitas belajar mengajar dihentikan sementara untuk menghindari risiko yang dapat membahayakan mahasiswa, dosen, maupun karyawan kampus.
Dalam isi pengumuman yang diterima mahasiswa, pihak kampus memutuskan seluruh kegiatan perkuliahan dialihkan menjadi online hingga kondisi dinyatakan aman. Kebijakan itu membuat sejumlah mahasiswa yang sudah datang ke lokasi kampus terpaksa kembali pulang karena tidak diperbolehkan masuk ke area gedung. Situasi tersebut sempat menimbulkan kebingungan lantaran sebagian mahasiswa belum mengetahui informasi lengkap mengenai penutupan akses kampus.
Seorang mahasiswa Binus yang berada di lokasi mengaku kaget ketika petugas keamanan melarang mahasiswa memasuki area kampus. Mahasiswa tersebut mengatakan bahwa dirinya baru mengetahui adanya kebijakan kuliah online setelah tiba di lokasi
Menanggapi situasi tersebut, pihak BINUS University menjelaskan bahwa langkah pembatasan akses dilakukan demi keselamatan bersama.
Dalam keterangannya, manajemen kampus menyampaikan bahwa pemeriksaan kondisi gedung dan fasilitas harus dilakukan secara menyeluruh agar proses belajar mengajar nantinya dapat kembali berlangsung dengan aman dan nyaman. Kampus juga memastikan koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan selama proses penanganan berlangsung.
“Keselamatan mahasiswa, dosen, dan seluruh staf menjadi prioritas utama kami sehingga kegiatan perkuliahan sementara dialihkan secara online sampai situasi benar-benar aman,” ujar pihak manajemen BINUS University dalam keterangan resminya terkait kebijakan pascakebakaran tersebut.
Sementara itu, mahasiswa berharap pihak kampus dapat memberikan informasi yang lebih cepat dan jelas agar tidak terjadi kebingungan di lapangan.
Mereka juga berharap proses pemulihan fasilitas kampus dapat segera selesai sehingga kegiatan perkuliahan tatap muka dapat kembali berjalan normal tanpa mengganggu proses belajar mahasiswa.
“Meski situasinya cukup mendadak, kami berharap semua pihak tetap tenang dan mengikuti arahan kampus demi keamanan bersama,” ungkap salah satu mahasiswa Binus yang berada di lokasi kampus.


















Discussion about this post