Suaranusantara.com- Nama Nanik S Deyang kini tengah menjadi buah bibir lantaran dirinya kini ditunjuk menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana yang resmi dicopot Presiden RI Prabowo Subianto, Selasa 2 Juni 2026.
Nanik, sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN. Selain Nanik, Prabowo juga menunjuk Agustiani Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
Hal ini dikarenakan Prabowo turut mencopot dua Wakil Kepala BGN yakni Lodewijk Paulus dan Sony Sanjaya.
“Untuk selanjutnya presiden memutuskan mengangkat saudari Nanik s Deyang sebagai Kepala BGN yang baru, kemudian saudari Agustina Arumsari, dan saudara Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru,” ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Selasa 2 Juni 2026.
Lantas, siapa itu Nanik S Deyang yang kini menjabat sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana?
Nanik Sudaryati Deyang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN mendampingi Dadan Hidayana sebagai kepalanya.
Nanik juga menjadi rekan dari Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya di jabatan yang sama.
Presiden Prabowo Subianto melantik Nanik jadi Wakil Kepala BGN pada 17 September 2025 di Istana Negara seiring dilakukannya reshuffle kabinet.
Salah satu tugasnya saat itu adalah melakukan percepatan pembangunan 1.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah 3T.
Kinerja Nanik saat menjadi Wakil BGN terbilang baik. Ia kerap menindaklanjuti berbagai laporan negatif terkait, seperti adanya mark-up bahan baku pangan untuk dapur SPPG dari mitra. Nanik bahkan tidak segan menutup SPPG nakal.
“Ingat! Kepala SPPG, Pengawas Keuangan, Pengawas Gizi, jangan pernah mau mengikuti kemauan, apalagi malah bekerja sama dengan Mitra SPPG yang me-mark-up harga bahan baku pangan untuk Program MBG ini, apalagi dengan kualitas bahan pangan yang jelek,” kata Nanik saat berada di Solo, Selasa 24 Februari 2026.
Kini, Nanik mendapatkan amanah baru sebagai Kepala BGN yang baru mulai 2 Juni 2026, menggantikan Dadan Hindayana.
Nanik juga mendapatkan dua rekan baru sebagai wakilnya, yaitu Agustina Arumsari dan Mayjend TNI Trenggono, yang menggantikan Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya.
Sebagai pejabat pemerintah, rekam jejak Nanik S. Deyang tidak bisa diremehkan.
Sebelum bergabung BGN, ia merupakan Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) pada 2024 dan menduduki Komisaris Independen di PT Pertamina (Persero).
Adapun keterlibatannya di dunia politik terlihat jelas saat Pilpres 2019. Ia menjadi bagian dalam struktur Badan Pemenangan Nasional (BPN) dari capres dan cawapres Prabowo-Sandi. Kedekatan Prabowo dengan Nanik terjalin baik saat itu.
Menengok ke belakang lebih jauh, Nanik cukup lama berjibaku di dunia pers. Ia mengawali karier sebagai wartawan di Tabloid Bangkit yang bagian dari Kompas Gramedia.
Nanik pun pernah memimpin Kelompok Media Peluang. Ia membawahi beragam media seperti majalah “Femme”, tabloid “Info Kecantikan” dan “Info Kuliner”, “Peluang Usaha” hingga tabloid politik “The Politic”.
Sebagai wartawan, Nanik juga dikenal kritis dalam berbagai isu sosial, politik hingga ekonomi.
Ia juga diketahui turut membela kelompok rentan dengan bergabung Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) yang memiliki fokus pada pemberdayaan anak-anak, perempuan, dan kaum miskin.


















Discussion about this post