Suaranusantara.com- Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia merespon soal akan diadakan pemberian insentif imbas kenaikan harga BBM Pertamina non subsidi jenis Pertamax RON 92 dan Pertamax Green RON 95.
Adapun Pertamax RON 92 kini harganya menjadi Rp.16.250 per liter dari Rp.12.300 per liternya. Sementara, Pertamax Green RON 95 kini harganya Rp.17.000 per liter dari Rp.12.900 per liternya
Kata Bahlil pemerintah belum memutuskan pemberian insentif bagi masyarakat, sebagai imbas kenaikan Pertamax dan Pertamax Green.
Namun demikian, dia mengaku pemerintah tengah melakukan kajian mengenai pemberian insentif, meski tidak terkait langsung dengan kenaikan harga Pertamax ini.
“Kita belum ada keputusan sama sekali, kita lagi lakukan kajian,” kata Bahlil saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis malam 11 Juni 2026.
Menurutnya, pemerintah melakukan berbagai kajian terkait dengan alternatif insentif. Namun, prioritas pemerintah adalah masyarakat kelompok ekonomi bawah.
Sementara itu, dia menilai pengguna BBM non-subsidi umumnya adalah masyarakat dengan kemampuan ekonomi yang jauh lebih baik dari kelompok tidak mampu yang masih harus disubsidi.
“Yang penting adalah kita itu menjaga saudara-saudara kita yang ekonomi ke bawah. Ini subsidi sementara yang non subsidi ini saudara-saudara kita yang punya kemampuan ekonomi jauh lebih baik dari saudara-saudara yang memang harus disubsidi
Jika ada insentif, Bahlil menegaskan bahwa hal tersebut diarahkan untuk menjaga daya beli di tengah guncangan saat ini.
Mengenai kenaikan harga BBM non-subsidi, Bahlil mengatakan kenaikan harga ini menyesuaikan harga pasar.
Perhitungannya, tegas Bahlil, sudah dilakukan dengan bijak antara PT Pertamina dan badan usaha yang lain, serta pelaku usaha.


















Discussion about this post