Suaranusantara.com- Kamis siang 18 Juni 2026 Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyambangi Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian, Jakarta.
Bahlil terlihat mengenakan kemeja putih dan celana panjang hitam. Dia tiba di kantor Kemenko Perekonomian pada pukul 10.30 WIB.
Sayangnya, Bahlil tak memberikan keterangan apa pun terkait kedatangannya ke kantor Menko Perekonomian Airlangga Hartarto itu.
Namun, bila melihat agenda Airlangga, terdapat rapat membahas soal kelistrikan nasional dan mengundang menteri terkait.
Sebelumnya, Bahlil buka-bukaan mengenai kebutuhan energi primer atau batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PT PLN (Persero).
Hal ini menjawab isu terkait kurangnya stok batu bara untuk PLTU PLN.
Bahlil mengatakan kebutuhan energi primer PLN per tahun sebanyak 154 juta ton batu bara. Di mana pemerintah sudah memberikan tugas kepada perusahaan batu bara kurang lebih mencapai 190 juta ton.
“Yang sudah dilakukan konfirmasi dari 190 juta ton itu 150-160 juta ton. Sudah dilakukan kontrak 134 juta ton, artinya dari total kebutuhan PLN 154 juta ton tinggal kurang 20 juta ton yang belum kontrak,” terang Bahlil dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi XII DPR, Senin 15 Juni 2026.
Untuk menyelesaikan hal itu, kata Bahlil, beberapa waktu yang lalu pihaknya sudah melakukan rapat dengan PLN.
Atas rapat itu diketahui bahwa PLN membutuhkan batu bara yang memiliki kelas medium, namun semakin hari, kata bahlil, batu bara jenis medium semakin sedikit.
“Sementara medium semakin hari semakin sedikit dan harganya murah di mana kita bikin patokan US$ 70 per ton. Sementara SR-nya di atas 10 sampai 12, harga jual ke PLN itu untuk perusahaannya tidak ada, itu yang jadi trouble. Ini yang kita minta untuk diprioritaskan,” terang Bahlil.


















Discussion about this post