Suaranusantara.com- Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan Presiden RI Prabowo Subianto hari ini Kamis 16 Juli 2026 dijadwalkan akan groundbreaking blok gas abadi Masela di Maluku,
Hal ini disampaikan Bahlil usai rapat bersama Prabowo di Istana, Jakarta Rabu 15 Juli 2026.
“Besok (hari ini) insyaallah Pak Presiden yang akan meresmikan groundbreaking Blok Masela,” kata Bahlil seusai rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 15 Juli 2026.
Namun Bahlil belum mengetahui apakah Prabowo akan meresmikan secara langsung. Ia menunggu keputusan dari Istana.
“Nanti diputuskan lewat Mensesneg atau Seskab,” ujar Bahlil.
Blok Masela merupakan salah satu cadangan gas bumi terbesar yang dimiliki Indonesia. Setelah mengalami penundaan selama bertahun-tahun, pemerintah kini mendorong percepatan realisasi proyek tersebut agar hambatan investasi di masa lalu tidak kembali terulang.
Proyek yang berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN) ini masuk tahap konstruksi pada 2027.
Bahlil mengatakan pemerintah terus mendorong percepatan proyek tersebut agar hambatan investasi yang pernah terjadi tidak terulang.
Menurut dia, sejumlah tahapan krusial telah menunjukkan perkembangan positif, termasuk proses Front End Engineering and Design (FEED).
“Blok Abadi Masela ini puluhan tahun tertunda, tidak selesai-selesai, nah setelah akhirnya sudah ada keputusan, sudah ada kajian, saya kasih tahu sama Inpex untuk segera jalan. Sekarang alhamdulillah sudah jalan. Tahun 2027 konstruksi,” ujar Bahlil saat memberikan keynote speech pada acara Kajian Tengah Tahun INDEF (KTT-INDEF), Kamis 25 Juni 2026.
Bahli menambahkan, Blok Masela merupakan salah satu aset gas bumi terbesar yang dimiliki Indonesia saat ini. Blok gas yang dioperasikan oleh Inpex Corporation bersama mitranya tersebut ditargetkan mulai berproduksi pada periode 2029-2030 guna memperkuat ketahanan energi nasional.
“Tahun 2029 hingga 2030, sudah bisa terproduksi, dan itu salah satu giant yang terbesar di Indonesia,” terang Bahlil.


















Discussion about this post