Suaranusantara.com- Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke 5 RI Megawati Soekarnoputri absen dalam upacara HUT ke 81 RI peringatan 17 Agustus yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta.
Hal ini oleh putri Megawati, Ketua DPR RI Puan Maharani yang membenarkan sang ibu berhalangan hadir upacara di Istana.
“Iya, berhalangan,” kata Puan.
Sayangnya, Puan tak membeberkan alasan Megawati berhalangan hadir di Istana. Namun, Megawati kata Puan menitipkan pesan.
Megawati, kata Puan, berpesan untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan.
“Ya kita jaga persatuan dan kesatuan, kita rayakan hari kemerdekaan ini dengan penuh khidmat kita perbaiki apa yang kurang di waktu lalu untuk Indonesia ke depan,” ujarnya.
Puan juga menyampaikan harapan di momentum HUT ke-81 RI. Dia berharap Indonesia semakin jaya.
“Hari kemerdekaan ke-81 untuk Republik Indonesia. Indonesia semakin jaya,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Puan tampak mengenakan kebaya modern. Dia memadukannya dengan kain bermotif dari Nusa Tenggara Timur (NTT).
“(Pakai) kebaya modern. Ini (kain) NTT,” tuturnya.
Diketahui, Megawati menjadi inspektur upacara HUT ke 81 RI di Sekolah PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Megawati, mengajak kader PDI Perjuangan untuk berdoa bersama mendoakan korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi pada Sabtu 15 Agustus 2026.
“Seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai, marilah kita mengucapkan doa bersama terutama untuk yang namannya daerah Nusa Tenggara Timur terutama Flores,” kata Megawati sebelum memulai mengheningkan cipta.
Megawati juga mengajak kader untuk mendoakan agar masyarakat NTT yang terdampak diberikan kekuatan dan yang menjadi korban jiwa mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.
“Kita doakan supaya mereka yang telah mengalami musibah untuk menguatkan dirinya dan bagi keluarga yang telah ditinggalkan oleh mereka-mereka yang merupakan terkena musibah gempa, kita doakan mendapatkan tempat selayaknya di sisi Allah. Berdoa mengheningkan cipta kita mulai,” ucapnya.


















Discussion about this post