Suaranusantara.com- Usai resmi dilantik jadi Menteri Keuangan (Menkeu) baru menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin 14 September 2026 di Istana, Jakarta, Suahasil Nazara berkomitmen untuk terus memberantas rokok ilegal.
Suahasil menyampaikan komitmennya itu di hadapan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (DJBC) Djaka Budhi Utama yang hadir dalam acara pelantikan.
“Soal rokok ilegal, saya yakin Pak Jaka ada ya? Tadi Pak Jaka ada pakai baju putih. Pak Jaka, gempur terus?” ujar Suahasil di Kantor Kementerian Keuangan, Senin 14 September 2026.
Djaka yang ditanya langsung oleh Suahasil menyatakan siap melanjutkan upaya pemberantasan rokok ilegal.
“Siap, Pak!” ujar Djaka.
Lebih lanjut, Suahasil menilai kinerja DJBC dalam melakukan penindakan terhadap berbagai aktivitas ilegal semakin kuat. Karena itu, ia memastikan upaya tersebut akan terus dilanjutkan.
“Pak Jaka telah bekerja dengan teman-teman Direktorat Jenderal Bea Cukai. Sepemantauan saya, penangkapan kegiatan-kegiatan ilegalnya itu menjadi lebih kuat dan akan kita lanjutkan terus,” kata Suahasil.
Menurutnya, pemberantasan aktivitas ilegal tidak hanya berfokus pada peredaran rokok ilegal. Pemerintah juga akan menindak berbagai bentuk kegiatan ilegal lainnya.
“Yang ilegal itu bukan hanya rokok, tapi berbagai macam hal yang lain yang harusnya kita tangani,” tuturnya.
Adapun, Gudang Garam sebagai salah satu produsen rokok legal kenamaan Tanah Air berkeluh kesah terhadap maraknya peredaran rokok ilegal di pasaran.
Di mana, sebagai produsen rokok legal, pihaknya selalu menyetorkan cukai dan pajak kepada negara. Gudang Garam mengatakan, misal satu bungkus rokok isi 12 batang seharga Rp.26.000, pihaknya membayar kepada negara sebesar Rp.19.000.
Sementara, Gudang Garam hanya mengambil Rp.7.000 itu belum dipotong biaya-biaya produksi.
Sedangkan rokok ilegal yang ada di pasaran tanpa ada pungutab cukai dan pajak, malah semakin merajalela.












Discussion about this post