Suaranusantara.com- Kementerian Koperasi (Kemenkop) membantah tegas terkait kabar banyaknya calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih yang mundur usai penempatan tak sesuai domisili.
Kemenkop mengatakan pihaknya hingga kini Selasa 29 September 2026 belum mendapat laporan soal calon manajer Kopdes Merah Putih mundur.
Kemenkop menerangkan, pihaknya akan memberikan update usai proses administrasi calon manajer Kopdes Merah Putih selesai.
“Sejauh yang kami ketahui enggak. Kita ikuti aja nanti. Nanti akan ada update berikutnya,” ujar Sekretaris Kementerian Koperasi (Sesmenkop) Ahmad Zabadi saat konferensi pers di Kementerian Koperasi, Jakarta, Senin 28 September 2026.
Diketahui, banyak calon manajer Kopdes Merah Putih yang kecewa lantaran penempatan tak sesuai domisili bahkan harus lintas provinsi.
Hal ini membuat calon manajer Kopdes Merah Putih pada Senin 28 September 2026 menggeruduk kantor PT Agrinas Pangan Nusantara (persero) guna nempertanyakan terkait penempatan.
Terkait kondisi penempatan tersebut, Ahmad menjelaskan, bahwa dalam proses rekrutmen sebelumnya memang tidak menggunakan pendekatan kewilayahan, melainkan berdasarkan skema redistribusi titik sesuai rasio kebutuhan dan ketersediaan.
“Karena memang pendekatan rekrutmennya kan bukan pendekatan wilayah,” ucapnya
Ia menuturkan, jumlah calon manajer yang lolos seleksi di suatu wilayah bisa lebih banyak dibandingkan dengan jumlah titik Kopdes Merah Putih yang siap beroperasi.
Sebaliknya, ada wilayah yang memiliki kopdes yang siap beroperasi tetapi jumlah calon manajernya tidak banyak.
Menurut Ahmad, penempatan memang akan terlebih dahulu diupayakan di wilayah setempat, namun apabila jumlah calon manajer yang tersedia lebih banyak dibandingkan dengan titik kopdes yang ada, maka sebagian akan ditempatkan di wilayah lain yang masih membutuhkan.
“Kita orientasikan pertama penempatan pada wilayah setempat. Tapi manakala kemudian pada titik itu jumlah titiknya tidak lebih banyak dibanding jumlah peserta yang lolos, maka dia akan ditempatkan pada titik-titik lain,” jelas dia.
Kendati banyak keluhan terkait penempatan tak sesuai domisili, Kemenkop memastikan proses penempatan manajer Kopdes Merah Putih terus berjalan.
Ahmad mengatakan, saat ini 85 persen dari total 28.621 manajer telah menyatakan kesediaannya untuk ditempatkan di berbagai wilayah Indonesia.
Para manajer tersebut sudah dalam tahap offering letter. Melalui offering letter tersebut, calon manajer juga diminta menyatakan kesediaan terhadap lokasi penempatan yang telah ditetapkan.
“Alhamdulillah sampai sejauh ini ya, sudah lebih dari 85 persen dari seluruh calon manajer yang ditempatkan ini sudah mengisi kesediaannya pada penempatan yang sudah ditetapkan,” kata dia.
Para calon manajer itu nantinya ditargetkan untuk siap ditugaskan per awal Oktober 2026 mendatang.
“Diharapkan nanti di awal Oktober mereka sudah secara aktif ditempatkan pada titik-titik lokasi yang sudah disepakati bersama karena sudah didasarkan pada offering letter yang mereka sudah isi,” ucap Ahmad.
Adapun proses pengisian offering letter telah dimulai sejak dua hari lalu dan batas akhirnya pada Senin malam.
Terkait calon manajer yang tidak mengisi atau tidak menandatangani offering letter, Ahmad bilang, pemerintah belum memutuskan apakah hal tersebut akan dianggap sebagai pengunduran diri.
Menurutnya, pemerintah masih menunggu hasil akhir proses offering letter sebelum menentukan langkah selanjutnya.
“Saya kira nanti akan ada penjelasan berikutnya setelah hasil nanti akhir dari proses offering letter ini sudah disampaikan. Nanti kemudian kita akan ambil beberapa langkah-langkah yang diperlukan,” pungkas dia.


















Discussion about this post