Suaranusantara.com- Presiden Prabowo Subianto pada Rabu sore 28 Oktober 2026 menerima tamu Menteri Luar Negeri (Menlu) Singapura Vivian Balakrishnan di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Terlihat, Prabowo tampak mengenakan pakaian safari warna cokelat muda. Sementara Vivian mengenakan batik merah lengan panjang.
Keduanya tampak berbincang serius. Hal itu terlihat dari akun YouTube @sekretariat presiden. Sayangnya, dilihat dari akun YouTube itu tidak memiliki suara, jadi tidak bisa diketahui apa yang tengah diperbincangkan keduanya.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan pertemuan Prabowo dan Menlu Singapura berlangsung secara tertutup.
“Pertemuan berlangsung secara tertutup di Hambalang sore tadi,” kata Teddy dalam unggahannya.
Teddy mengatakan, Menlu Singapura sudah berada di Indonesia sejak Selasa 27 Oktober 2026 dan ingin bertemu dengan Prabowo.
“Menteri Luar Negeri Vivian dan Wamenlu Singapura diketahui mendadak tiba di Jakarta sejak Selasa pagi kemarin dan mengirimkan permohonan bertemu dengan Kepala Negara,” ungkap dia.
Teddy menyebut pertemuan itu memperlihatkan bahwa di tengah berbagai agenda kenegaraan, Presiden tetap memberikan perhatian terhadap upaya menjaga hubungan baik dan memperkuat komunikasi dengan negara-negara sahabat, khususnya negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.
Sebelumnya, Menlu RI Arrmanatha Nasir telah melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Singapura di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Jakarta, Selasa 27 Oktober 2026
Dalam pertemuan itu, keduanya membahas sejumlah hal di mana salah satunya mengenai kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menlu Arrmanatha menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia saat ini memprioritaskan penanganan karhutla yang dampaknya sampai ke negara tetangga, termasuk Singapura.
Ia mengatakan bahwa Presiden Prabowo telah menginstruksikan peningkatan intensitas dan koordinasi, pengoptimalan respons nasional, dan pemanfaatan semua sumber daya nasional untuk penanganan karhutla dan dampaknya.
Menlu RI juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh negara, termasuk Singapura, yang menawarkan bantuan kepada Indonesia dalam pemadaman kebakaran hutan.
Namun, tawaran tersebut akan dipertimbangkan oleh otoritas terkait di Indonesia sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Menlu Arrmanatha juga mengatakan Indonesia dan Singapura telah menyetujui pembentukan satuan tugas (satgas) untuk memperkuat upaya bersama menangani karhutla serta dampaknya.


















Discussion about this post