Suaranusantara.com- Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra angkat bicara terkait pengerahan ribuan prajurit TNI ke Ibu Kota Jakarta pada beberapa waktu ini.
Yusril mengatakan situasi dan kondisi keamanan Jakarta masih berjalan normal. Yusril berujar, tidak ada gejolak yang mengkhawatirkan di Jakarta.
“Situasi keamanan di Jakarta biasa saja, tidak terjadi satu gejolak yang mengkhawatirkan,” kata Yusril Ihza Mahendra di Banda Aceh, Rabu 4 November 2026.
Kendati demikian, Yusril mengaku belum dapat memberikan penjelasan terperinci mengenai alasan pengerahan pasukan tersebut.
Menurut dia, persoalan itu merupakan kewenangan Menteri Pertahanan dan Panglima TNI.
“Apakah penambahan pasukan ini dalam rangka untuk meningkatkan kewaspadaan atau apa, nanti Pak Menteri Pertahanan atau Panglima TNI yang berwenang menjelaskan,” ujar Yusril.
Sebelumnya, TNI mengerahkan sebanyak 20.980 prajuritnya ke Jakarta.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan pengerahan prajurit dilakukan untuk menjaga stabilitas dan keamanan negara.
Menurut dia, langkah tersebut telah dilaksanakan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku dengan tujuan memastikan keamanan masyarakat.
“Kami sampaikan bahwa informasi tentang pengerahan personel TNI AL itu benar,” kata Tunggul Rabu 4 November 2026.
Sayangnya, Tunggul tidak menjelaskan detail alasan pengerahan ribuan prajurit TNI ke Jakarta.
Meski membenarkan adanya pergerakan pasukan, Tunggul tidak memerinci alasan utama pengerahan tersebut. Dia juga tidak mengungkap ancaman yang sedang dihadapi Indonesia sehingga diperlukan penambahan personel di Jakarta.
Sebelumnya, TNI AL merencanakan pengerahan total 20.980 personel untuk memperkuat pengamanan sekaligus mengantisipasi perkembangan situasi di wilayah DKI Jakarta.
Pengerahan tersebut dilakukan secara bertahap berdasarkan instruksi Surat Telegram Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Pelaksanaannya melibatkan satuan yang berada di wilayah Jakarta maupun personel dari luar daerah melalui mekanisme bawah kendali operasi (BKO) Kodam Jaya.
Tahap pertama pengerahan telah dimulai pada 2 November 2026 dengan melibatkan 2.100 personel dari satuan eksisting di wilayah Jakarta
Personel tersebut berasal dari sejumlah unsur, yakni Korps Marinir, Koarmada I, Kodaeral III, dan Kolinlamil.
Di sisi lain, Tunggul menjelaskan pergeseran personel TNI AL ke Jakarta juga berkaitan dengan persiapan sejumlah agenda latihan militer yang akan berlangsung dalam waktu dekat.
Latihan tersebut meliputi Operasi Pendaratan Khusus di Tanjung Burung dan Tanjung Pasir, Tangerang, serta latihan Tembus Gelombang di Rancecet, Pandeglang.
“Pergeseran pasukan tersebut juga berkaitan dengan persiapan latihan Operasi Pendaratan Khusus di Tanjung Burung dan Tanjung Pasir Tangerang serta latihan Tembus Gelombang di Rancecet, Pandeglang yang akan dilaksanakan oleh TNI AL dalam waktu dekat,” jelas dia.
Namun, ketika ditanya mengenai jumlah personel yang secara khusus telah dikerahkan ke Jakarta, Tunggul tidak memberikan keterangan lebih lanjut.
Pengerahan pasukan tersebut dilakukan dalam rangka menjalankan tugas negara dan menjaga kesatuan Republik Indonesia.
Senada dengan Tunggul, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Muhammad Nas, pengerahan prajurit TNI merupakan hal biasa mengingat harus melindungi bangsa demi keutuhan NKRI.
“Pengerahan pasukan merupakan hal yang biasa dilakukan karena TNI dituntut senantiasa siap siaga untuk melindungi segenap bangsa dan menjaga keutuhan NKRI, selalu siap melaksanakan tugas berpedoman perundang-undangan yang berlaku,” kata NAS.
Namun tidak dijelaskan secara detail maksud dari pengerahan pasukan TNI tersebut. Dia juga tidak menjelaskan secara terperinci berapa personel yang dikerahkan ke ibu kota.
Sementara itu, NAS juga sempat ditanya soal dugaan pengerahan personel untuk mengantisipasi aksi demonstrasi dalam waktu dekat. Namun Nas tidak merespons terkait hal tersebut.


















Discussion about this post