Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Sebelum Yon, Bassist Pertama Koes Plus Sudah Meninggal Lebih Dulu

Suara Nusantara by Suara Nusantara
6 January 2018
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
A A
Sampul Koes Plus Volume Pertama (Dheg Dheg Plas) yang dirilis tahun 1969. Tampak

Sampul Koes Plus Volume Pertama (Dheg Dheg Plas) yang dirilis tahun 1969. Tampak

9
SHARES
77
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Sampul Koes Plus Volume Pertama (Dheg Dheg Plas) yang dirilis tahun 1969. Tampak Yon Koeswoyo (kiri), Tonny Koeswoyo (atas), Murry (kanan), Totok AR (bawah). Foto: Istimewa

Jakarta-SuaraNusantara

Banyak orang tahu bahwa personil Koes Plus adalah Koestono Koeswoyo (Tonny), Koesyono Koeswoyo (Yon), Koesroyo Koeswoyo (Yok) dan Kasmuri (Murry). Tapi jarang orang tahu, kecuali para penggemar sejati Koes Plus, bahwa selain Murry yang bukan berasal dari klan Koeswoyo, sebenarnya ada satu “plus” yang lain dalam band legendaris Indonesia itu, yaitu Totok AR.

Adji Kartono alias Totok Adji Rahman alias Totok AR adalah pemain bass pertama Koes Plus. Cabikan bassnya dapat kita dengar pada album Koes Plus Volume 1 (1969) yang antara lain berisikan tembang Kelelawar, Dheg Dheg Plas, Manis dan Sayang, Derita, Cintamu T’lah Berlalu, dan Kembali Ke Jakarta.

BACAJUGA

Bukan Sekadar HP Lipat! Vivo X Fold 6 Janjikan Standar Baru Fotografi dan Ketahanan Daya

Review Vivo T5 Pro 5G: Gebrakan Baterai 9.020mAh dalam Desain Ramping!

Banyak orang tidak mengingat lagi kehadiran dan jasa Totok AR dalam membesarkan Koes Plus. Tak heran karena dia hanya setahun berkarir sebagai pemain bass dalam grup tersebut.

Kehadiran Totok AR dalam Koes Plus tak bisa dilepaskan dari kehadiran Murry. Alkisah di akhir dekade 1960-an, Koes Bersaudara kehilangan daya sengat. Warna musik tanah air berubah. Gaya vokal dan musik ala The Everly Brothers dan Kallin Twin yang diusung Koes Bersaudara sudah ketinggalan zaman.

Nomo selaku penabuh drum Koes Bersaudara, baru saja berumah tangga, sementara kala itu musik tak bisa diandalkan untuk hidup. Maka dia lebih suka bekerja cari uang ketimbang latihan.

Tonny sebagai pemimpin akhirnya gerah melihat kelakuan adiknya itu. Dia minta Nomo menentukan sikap, pilih kerja atau musik. Ketika Nomo memilih kerja, takdir hidupnya langsung diputuskan saat itu juga. Nomo dikeluarkan dari band.

Pemain drum pengganti Nomo pun dicari. Tonny sampai pusing tujuh keliling mencari drummer baru. Pusing dalam arti sebenarnya. Karena pemain bass Koes Bersaudara, Yok Koeswoyo, juga ikut-ikutan tidak mau latihan lagi. Dia marah karena Tonny memecat Nomo.

Untuk urusan bassist, Tonny akhirnya mendapat pemain bass baru, Totok AR, adik dari Titiek AR dan Lies AR, personil band wanita Dara Puspita. Namun belum ada yang mengisi posisi drummer. Beberapa drummer yang diaudisi,  tak satu pun menarik minatnya.

Suatu hari Yon Koeswoyo, diberitahu seorang rekan bernama Tommy Darmo, yang punya kawan arek Surabaya. Namanya Kasmuri (Murry). Dia pernah bermain di Patas Band, sebuah band milik kejaksaan. Kebetulan pada masa vakumnya Koes Bersaudara itu, Murry tinggal di Cikini, Jakarta Pusat. Murry pun dites oleh Tonny untuk mengiringi beberapa lagu.

Pukulan drum Murry membuat Tonny dan Yon terperangah. “Murry waktu itu benar-benar hebat,” aku Yon dalam buku Koes Plus: Dari Pagi Yang Indah Hingga Menjelang Senja (2000).

Totok AR masuk, Murry masuk, nama band berubah dari Koes Bersudara menjadi Koes Plus. Nama Koes Plus muncul setelah Tonny secara tak sengaja melihat reklame obat sakit kepala APC Plus. Totok dan Murry dianggap sebagai obat yang mampu menghilangkan sakit kepala Tonny, sekaligus unsur “plus” karena bukan berasal dari keluarga Koeswoyo.

Nomo dan Yok yang marah melihat kehadiran Totok dan Murry sampai hampir memukuli Tommy Darmo, karena dialah yang memperkenalkan Murry kepada Tonny. Alat-alat band yang dianggap sebagai milik keluarga Koeswoyo pun disegel, tak boleh digunakan kalau Tonny tetap nekad memakai orang luar.

Namun Tonny tetap bertahan dengan keputusannya. Album Koes Plus Volume 1 (Dheg Dheg Plas) yang dirilis tahun 1969 menjadi bukti keteguhan hati seorang maestro musik Indonesia.

Sayang album perdana tersebut bukan cuma tidak meledak di pasaran, tapi sama sekali tidak laku. Gaya musik Koes Plus yang kini lebih mirip The Bee Gees ternyata tak menarik minat pecinta musik di tanah air.

Karena hampir tak ada yang laku terjual, Murry sampai membagi-bagikan piringan hitam album tersebut secara gratis. Tapi bukannya ucapan terima kasih yang dia terima, malah dia ditertawai gara-gara lagu Kelelawar yang liriknya dianggap lucu, seperti lagu anak-anak.

“Kelelawar sayapnya hitam…terbang rendah di tengah malam…pagi-pagi mereka pulang…di bawah dahan dedaunan”.

Murry frustasi, ngambek, dan akhirnya pulang ke Surabaya. Murry baru balik ke Jakarta, setelah Tonny menyusul ke sana dan membujuknya untuk kembali ke dalam grup.

Berbeda dengan kisah Murry yang penuh lika-liku di masa awal bergabungnya dengan Koes Plus, hanya sedikit kisah tentang Totok AR yang bisa diceritakan.

Kita hanya tahu bahwa ayah dari penyanyi Windi Saraswati dan Neta Puspita ini akhirnya mengundurkan diri setelah Yok kembali bergabung pada tahun 1970. Kita hanya tahu bahwa nasib Koes Plus saat mengeluarkan album kedua dan ketiga tetap terseok-seok di blantika musik tanah air.

Namun penampilan mereka yang memukau ketika membawakan lagu “Manis dan Sayang” serta “Derita” dalam Jambore Band Indonesia tahun 1970 di Senayan, merubah wajah dan sejarah musik kita.

Koes Plus menjadi satu-satunya band yang membawakan lagu ciptaan sendiri dalam jambore tersebut. Penonton tersihir dengan penampilan mereka. Tepuk tangan untuk Koes Plus bergemuruh jauh melebihi tepuk tangan yang diberikan pada grup-grup lain yang tampil dalam jambore tersebut.

Besoknya koran-koran memberitakan penampilan Koes Plus yang menghebohkan itu. Stasiun radio memenuhi angkasa dengan memutar lagu-lagu mereka dari pagi sampai malam.

Album Koes Plus Volume 1 sampai 3 yang sebelumnya tidak laku, mendadak laris diburu penggemar musik. Selebihnya sejarah baru pun tercipta. Sampai tahun 1976, tidak ada album Koes Plus yang tidak meledak. Hebatnya dalam satu album, bisa menghasilkan 5-7 hits, bahkan ada yang hampir semuanya menjadi hits.

Album Koes Plus Volume 8 dan Volume 9 bahkan terjual hingga jutaan keping, sebuah hal yang baru terjadi dalam sejarah musik di Indonesia pada saat itu.

Kembali kepada kisah mengenai Totok, menurut penuturannya, sebenarnya Tonny menawarinya untuk bertahan, namun dirinya menolak tawaran tersebut. Dia mengaku ikhlas dengan keputusannya. Hanya saja pada tahun 2012, ketika album perdana Koes Plus diresissue dan diedarkan kembali, Totok protes karena namanya tak dicantumkan dalam album tersebut.

Totok AR meninggal dunia di kediamannya pada Kamis malam, 4 Mei 2017. Murry meninggal 1 Februari 2014. Tonny sudah lama berpulang pada 27 Februari 1987. Terakhir, Yon wafat 5 Januari kemarin. Karena Nomo bukan personil Koes Plus, maka kini Koes Plus hanya menyisakan Yok seorang.

Penulis: Yono D

 

 

ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Nasional

Ketua Ombudsman Hery Susanto Ditangkap Kejagung, Pimpinan Minta Maaf

by SNC 7
16 April 2026

Suaranusantara.com – Ketua Ombudsman RI, Hery Susanto ditangkap Kejaksaan...

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman saat konferensi pers di kantor Kejagung, Jakarta Selatan, pada Kamis (16/4/2026). (Ilham F/Suaranusantara)
Nasional

Kejagung Tangkap Ketua Ombudsman RI Hery Susanto, Terkait Kasus Korupsi Nikel

by Ilham F
16 April 2026

Suaranusantara.com- Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Ketua Ombudsman RI, Hery...

Edhis Baskoro Yudhoyono atau Ibas mendapat penghargaan dari KWP Awards 2026 (Dok suaranusantara.com)

Ibas Terima KWP Awards 2026: Apresiasi Untuk Komitmen Kesejahteraan Rakyat Dan Penguatan Ekonomi Desa

16 April 2026
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto ditangkap Kejagung (Instagram @ombudsmanri137)

Heboh! Baru Enam Hari Dilantik Prabowo, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Ditangkap Kejagung

16 April 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung non aktifkan Lurah Kalisari (Instagram @pramonoanungw)

Buntut Balas Laporan Warga di JAKI Pakai Foto AI, Pramono Non Aktifkan Lurah Kalisari

16 April 2026
Menpan RB Rini Widyantini paparkan hasil evaluasi WFH ASN setiap Jumat (Instagram @rini.widyantini)

Menpan RB Beberkan Hasil Evaluasi WFH ASN Tiap Jumat: Menggembirakan

16 April 2026

POPULER MINGGU INI

Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan jadi Dewan Pembina PSI (instagram @yusufmuhammad)

Lama Tak Terlihat, Begini Kondisi Terbaru Jokowi

9 months ago
Momen Presiden RI Prabowo Subianto saat akan memasuki lapangan upacara bersama dengan Ketum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke 5 RI Megawati Soekarnoputri, Senin 2 Juni 2025 (instagram @presidenrepublikindonesia)

Kembali Bertemu, Prabowo Cocokan Jadwal dengan Megawati Agar Bisa Hadir di Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

11 months ago
Kediaman Prabowo Subianto di Kertanegara IV Jakarta Selatan didatangi sejumlah calon menteri ada 35 orang hingga petang ini (instagram @netizenindonesiaid)

Penuhi Undangan Prabowo, hingga Petang Ini Sudah Ada 35 Calon Menteri yang Hadir di Kertanegara, Berikut Daftar Nama-namanya

2 years ago
Bareskrim Geledah Kantor PT Pertamina Patra Niaga Usut Korupsi BBM

Bareskrim Geledah Kantor PT Pertamina Patra Niaga Usut Korupsi BBM

3 years ago
Puan Maharani respon soal perubahan dari Kementerian BUMN jadi BP BUMN (instagram @ketua_dprri)

Kementerian BUMN Diganti Jadi BP BUMN, Puan Maharani: Semoga Bisa Berjalan Baik

7 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

Habiburokhman: Sistem Peradilan Kita Masih Berat Sebelah

BERITA TERKINI

The Palace Jeweler menggelar press conference program Semarak Pengundian Nasional The Palace 2026 di Central Park, Jakarta pada Rabu, 15 April 2026 (suaranusantara.com)
Lifestyle

The Palace Jeweler Hadirkan Program Semarak Pengundian Nasional 2026, Hadiah Mulai dari Elektronik hingga Berlian

by SNC 9
16 April 2026

Suaranusantara.com - The Palace Jeweler resmi menghadirkan Semarak Pengundian Nasional The Palace 2026 sebagai bentuk apresiasi atas...

Menkes Budi Gunadi Sadikin bicara soal penerima bantuan iuran JKN BPJS Kesehatan (Instagram @bgsadikin)

Waduh! Menkes Bilang Penerima Bantuan Iuran JKN BPJS Tak Tepat Sasaran: 10 Persen Orang Kaya

16 April 2026
Program MBG, Presiden RI Prabowo Subianto ingin fokuskan ke anak-anak kurang gizi dan kurang mampu (Instagram @jejakaktual.id)

Prabowo Fokuskan MBG untuk Anak Kurang Gizi, BGN Mulai Menyisir Penerima Manfaat

16 April 2026
Ubedilah Badrun dipolisikan buntut pernyataan Prabowo-Gibran beban bangsa ( (dok suaranusantara.com/Ilwan Nehe)

Buntut Kritik Prabowo-Gibran Beban Bangsa, Ubedilah Badrun Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

16 April 2026
Momen perayaan ulang tahun Seskab Teddy Indra Wijaya (Instagram @agung_surahman)

Di Sela Kunker di Paris, Prabowo Rayakan Ultah Seskab Teddy

16 April 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com