Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Upaya Pemkab Nias Barat Lestarikan Kuliner Tradisional

Suara Nusantara by Suara Nusantara
14 May 2016
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
A A
Bupati Nias Barat Faduhusi Daely dan Wakil Bupati Khenoki Waruwu / Foto: FB/Istimewa

Bupati Nias Barat Faduhusi Daely dan Wakil Bupati Khenoki Waruwu / Foto: FB/Istimewa

4
SHARES
30
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Bupati Nias Barat Faduhusi Daely dan Wakil Bupati Khenoki Waruwu / Foto: FB/Istimewa
Bupati Nias Barat Faduhusi Daely dan Wakil Bupati Khenoki Waruwu / Foto: FB/Indra Zeind

Nias Barat – SuaraNusantara.com

Selama ini, orang mengenal Nias hanya sebatas pada budaya dan pariwisata pantainya. Tak heran jika kebanyakan orang bila ditanya apa yang mereka ketahui tentang Nias maka akan memberi jawaban sekitar pantai, lompat batu, rumah tradisional atau tari-tarian. Padahal bicara soal budaya dan pariwisata sebuah daerah, tidak akan lepas dari khazanah kuliner yang ada di daerah itu.

Hampir tidak ada orang yang mengidentikkan Nias dengan Gowi Nifufu, Bato Hambae atau Harinake, sementara daerah-daerah lain di nusantara sering dikaitkan dengan masakan tradisionalnya. Sebut saja misalnya Jogjakarta yang sering dibicarakan lewat kelembutan gudegnya, Solo dengan tengklengnya, Surabaya dengan menu rawonnya yang melegenda, atau rica-rica di Manado, papeda di Maluku dan Papua, Soto Betawi di Jakarta, dan sebagainya. Belum terhitung rendang Padang yang dikenal sampai ke mancanegara dan pernah dinobatkan sebagai makanan terlezat di dunia.

BACAJUGA

Gubernur Bobby-Bupati Eliyunus Groundbreaking Proyek Jembatan Sungai Oyo

Gempa Berkekuatan Magintudo 5.4 Guncang Kepulauan Nias Siang ini

Hal seperti itu jelas disayangkan, mengingat seperti daerah lainnya di nusantara, Nias sangat kaya akan hidangan tradisional warisan leluhur yang unik, khas, dan terkadang eksotis. Biasanya, menu tradisional Nias terdiri atas ubi atau pisang rebus yang disantap dengan sayur, babi atau ikan. Teknik memasak hidangan Nias memang tidak rumit, kebanyakan hanya menggunakan teknik rebus, goreng dan bakar. Untuk sayuran biasa direbus atau diolah menjadi semacam gulai. Demikian pula dengan babi dan ikan.

Terkait penggunaan minyak untuk menggoreng, pada masa lalu digunakan minyak dari lemak babi atau minyak kelapa yang dibuat sendiri. Tapi sekarang lebih banyak digunakan minyak kelapa sawit produksi pabrikan yang lebih praktis. Sedangkan untuk urusan pengawetan bahan makanan, masyarakat Nias sejatinya tidak mengenal teknik fermentasi. Jadi jangan berharap banyak dapat menemukan sayuran yang diolah seperti kimchi ala Korea atau sayur asin khas Tionghoa di sini. Tapi teknik pengasapan dari semua bagian pohon kelapa yang dibakar (ni’unagö/nihunagö), dan teknik pengasinan (ni’owuru) banyak dilakukan sejak dulu kala, terutama untuk mengawetkan ikan dan daging babi.

Kuliner Nias terbilang “pelit” untuk urusan bumbu. Umumnya hanya menggunakan bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan sedikit lengkuas. Bahan lainnya paling sebatas cabai dan santan kelapa. Tidak ada bumbu pelengkap seperti terasi, kecap manis atau kecap asin, apalagi tauco.

Uniknya, meski letak Kepulauan Nias berdekatan dengan daerah lain di Provinsi Sumatera Utara, namun andaliman, kecombrang atau bumbu kari, sama sekali tidak digunakan. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa kuliner tradisional Nias relatif tidak dipengaruhi oleh budaya dari luar. Meski begitu, sebagian besar daerah di Nias masih bergantung pada impor sayuran yang berasal dari Kabupaten Karo dan sekitarnya.

Sayangnya, beberapa jenis hidangan saat ini sudah hampir dilupakan. Bukan hanya masyarakat etnis lain yang merasa asing dengan kuliner Nias, namun generasi muda Nias sendiri, terutama yang tinggal di perkotaan atau bermukim di luar Kepulauan Nias, banyak yang tidak mengenal menu tradisional warisan nenek moyangnya, atau sebatas tahu namanya, tapi belum pernah sekalipun melihat apalagi mencicipinya.

Adalah Pemerintah Kabupaten Nias Barat yang belakangan ini tergerak untuk melestarikan sekaligus memperkenalkan hidangan tradisional Nias kepada khalayak luas. Dalam setiap kegiatan, termasuk rapat-rapat dan pertemuan internal dalam lingkup Pemkab Nias Barat, panganan tradisional seperti pisang rebus, godo-godo, talas dan sebagainya wajib dihidangkan.

“Tujuannya untuk melestarikan kuliner sebagai bagian dari budaya warisan leluhur. Selain itu supaya masyarakat mau menggali kembali kearifan lokal yang terkandung dalam menu masakan tradisional kita,” ujar Bupati Nias Barat Faduhusi Daely, SPd, kepada Suara Nias, di sela-sela sebuah acara, beberapa waktu lalu.

Menurut bupati, ada banyak filosofi yang mengiringi pembuatan suatu jenis masakan. Misalnya ikan yang diawetkan dengan cara diasap, hal itu dilatari kesulitan yang dihadapi masyarakat nelayan di wilayah pesisir ketika tidak bisa melaut pada saat ombak sedang tinggi. Supaya warga memiliki persediaan makanan, maka dibuatlah ikan asap.

Filosofi pun memaknai tata cara makan, bahkan bentuk dari beberapa masakan yang ada. Misalnya, ikan yang disajikan dalam sebuah perjamuan resmi pantang disajikan dalam bentuk utuh, karena dianggap amis saat disantap oleh tamu.

“Saya khawatir budaya kuliner Nias akan punah perlahan-lahan. Apalagi mengingat pada masa lalu orang Nias tidak mengenal tulisan. Cerita dan filosofi kebudayaan hanya disampaikan secara lisan dari satu generasi ke generasi berikutnya, sehingga banyak yang tidak terdokumentasikan dengan baik,” katanya.

Bupati mencontohkan beberapa pergeseran yang terjadi dalam budaya kuliner Nias. Pada masa lalu, ujarnya, masakan Nias umumnya menggunakan daging babi, rusa dan ikan. Daging sapi dan ayam kurang diminati karena dianggap rumit pemeliharaannya. Pada zaman sekarang, rusa sudah punah di Nias. Maka masyarakat lebih banyak mengkonsumsi daging babi, sapi, ayam dan ikan.

“Karena tidak terdokumentasikan dengan baik, bukan mustahil generasi muda tidak tahu bahwa di masa lalu, nenek moyang mereka gemar mengkonsumsi daging rusa, bahkan bukan hanya daging rusa dari hasil perburuan di hutan, melainkan juga rusa yang diternakkan. Generasi muda juga banyak yang sudah tidak tahu jenis panganan yang terbuat dari pucuk daun talas, karena saat ini sudah cukup sulit menemukannya. Itu baru contoh kecil saja,” katanya.

Bupati Faduhusi Daely yakin bila kita mau melestarikan dan mempromosikan menu-menu tradisional Nias, bukan mustahil dapat menunjang kebangkitan sektor pariwisata yang pada akhirnya bisa menambah Pemasukan Asli Daerah (PAD) dan pendapatan masyarakat setempat di masa mendatang.

“Saya berharap masyarakat mau mengoptimalkan pemanfaatan budaya kuliner kita. Bayangkan bila kita mampu membuat kreasi makanan tradisional yang dikemas dan dijadikan sebagai oleh-oleh yang dapat dibeli oleh para wisatawan yang berkunjung kemari? Apalagi bila makanan kemasan tersebut dapat kita ekspor ke daerah lain. Tentu hal itu bisa menambah kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Bupati juga mengimbau para pengusaha kuliner untuk membuka rumah makan yang khusus menjual makanan khas Nias. Dengan demikian, bila wisatawan ingin mencicipi kelezatan makanan khas Nias yang baru diolah dari dapur, mereka dengan mudah dapat menemukannya.

Memang sangat disayangkan bila warisan budaya berupa kuliner itu harus hilang digerus zaman. Untuk itu, langkah Pemkab Nias Barat yang ingin melestarikan kekayaan kuliner patut diapresiasi dan ditiru oleh daerah-daerah lainnya di Kepulauan Nias. Sebab, jika orang Nias saja sudah tidak mengenal masakannya, bagaimana dengan orang  luar ? (Eksaudin Zebua)

Tags: Faduhusi DaelyKhenoki WaruwuNias Barat
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah
Nasional

Said Abdullah Minta Pemerintah Segera Cairkan Dana On Call untuk Bencana Sumatera

by Drt
4 December 2025

Suaranusantara.com- Duka nasional kembali menyelimuti Indonesia setelah banjir bandang...

Mahfud MD Minta Kapolri Tinjau Ulang Penetapan Tiga Aktivis sebagai Tersangka Kerusuhan Agustus
Nasional

Mahfud MD Minta Kapolri Tinjau Ulang Penetapan Tiga Aktivis sebagai Tersangka Kerusuhan Agustus

by SNC 8
4 December 2025

Suaranusantara.com- Anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri, Mahfud MD, menilai...

Ketua Komisi Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie

Sebanyak 1.038 Pelaku Ricuh Agustus Diminta Komisi Reformasi Polri untuk Ditinjau Ulang

4 December 2025
Lestari Moedijat: Pengelolaan Kekayaan Alam dan Budaya Harus Mengedepankan Etika Demi Wujudkan Kelestarian

Lestari Moedijat: Pengelolaan Kekayaan Alam dan Budaya Harus Mengedepankan Etika Demi Wujudkan Kelestarian

4 December 2025
Purbaya usai raker dengan DPR RI Kamis, 4 Desember 2025)

Rapat Tertutup dengan Komisi XI DPR RI, Purbaya Temukan Masyarakat Kaya Turut Nikmati Subsidi Energi

4 December 2025
Purbaya usai raker dengan DPR RI Kamis, 4 Desember 2025)

Purbaya Soal Pertumbuhan Ekonomi Pasca Bencana Sumatera: Sedikit Melambat

4 December 2025

POPULER MINGGU INI

Banjir rendam tiga provinsi di Indonesia, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh. DPR RI soroti anomali bencana (instagram @masjidnurulashri)

WALHI Sebut Tujuh Perusahaan Penyebab Banjir dan Longsor di Tapanuli

4 days ago
Ilsustrasi Gempa Bumi, BMKG di Tahuna (Pixbay)

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Nias Selatan, BMKG: Waspada Gempa Susulan

2 days ago
Mahasiswa Pascsarjan UKI gelar Seminar Nasional

Pascasarjana Hukum UKI Gelar Seminar Nasional Bahas Optimalisasi Bank Tanah untuk Dukung Investasi Nasional

2 days ago
Nama Zulkilfi Hasan mencuat usai banjir Sumatera-Aceh. Video bersama Harrison Ford mencuat soal taman nasional Tesso Nilo (instagram @factual.id)

Buntut Banjir Sumatera-Aceh, Nama Zulklifi Hasan Disorot Viral Video Lawasnya dengan Harrison Ford

3 days ago
Kayu gelondongan nampak menumpuk usai banjir melanda Sumatera-Aceh (instagram @masjidnurulashri)

Bukan Perkebunan Sawit, Ahli IPB dan UGM Ungkap Biang Kerok Banjir Sumatera Gara-gara Ini…

16 hours ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

Habiburokhman: Sistem Peradilan Kita Masih Berat Sebelah

Anggaran MBG Rp 70 Triliun Dibalikin BGN ke Prabowo, Kenapa?

Motorola Moto X70 Air Resmi Meluncur, Ponsel Tipis dengan Performa Kelas Menengah

TNI Buka Pendaftaran PA PK 2025, Ini Jadwal dan Mekanismenya

BERITA TERKINI

Lazio vs AC Milan
Olahraga

Prediksi Lazio vs AC Milan: Siapa Kuasai Laga Besar Coppa Italia?

by snc 14
4 December 2025

Suaranusantara.com - Laga besar kembali tersaji di Coppa Italia saat Lazio menjamu AC Milan pada Jumat, 5...

Bologna vs Parma

Prediksi Bologna vs Parma di Coppa Italia: Ujian Berat Sang Juara Bertahan!

4 December 2025
KPPU gelar acara Media Connect 2025 dalam satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta pada Rabu, 3 Desember 2025 (suaranusantara.com)

Soroti Ancaman ‘Serakahnomics’, KPPU Tegaskan Persaingan Sehat sebagai Fondasi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

4 December 2025
Dyandra Promosindo mengumumkan peluncuran Infinite Program di pameran otomotif IIMS 2026 (suaranusantara.com)

Launching Infinite Program, IIMS 2026 Hadirkan Konsep Sportainment

4 December 2025
Puan Maharani (Dok ist)

Komentar BNPB Disorot, Puan Maharani Minta Suharyanto Jaga Ucapan dan Fokus pada Korban

4 December 2025
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com