SuaraNusantara.com – Pemerintah ‘suntik mati’ siaran TV analog untuk migrasi ke siaran TV digital. Hal ini membuat masyarakat berbondong-bondong membeli Set Top Box (STB) untuk dipasang di TV analog agar bisa menangkap sinyal digital.
Salah satu toko elektronik di Jakarta Utara kebanjiran pelanggan yang membeli set top box hingga stok habis. Hal itu diungkap oleh pengunjung bernama Citra.
“Sudah pada habis di toko eletronik (set top box), banyak yang cari. Masyarakat banyak yang marah-marah TV mereka tiba-tiba mati nggak ada saluran,” kata Citra kepada wartawan, Senin (7/11/2022).
Tak hanya menjadi susah dicari, harga set top box juga jadi melonjak di pasaran. Wiji menyebut harga perangkat elektronik itu yang sebelumnya Rp 150 ribu menjadi Rp 200 ribu.
“Gara-gara digitalisasi televisi, toko elektronik kehabisan kabel dan antena TV. Harga set top box juga naik yang standar Rp 150 ribu jadi Rp 200 ribu,” imbuhnya.
Sementara Ardho warga Jakarta Selatan mengaku kecewa dengan kebijakan digitalisasi televisi. Pasalnya sosialisasi yang dilakukan hanya berlangsung singkat dan tidak sampai ke masyarakat lapisan bawah.
“Sekarang satu-satu hiburan di bawah cuma televisi, nah ini televisi di matikan, alatnya terbatas yang cari banyak, otomatis makin naik harganya,” kata Ardho
Sebelumnya salah satu toko elektronik di Tebet mengungkap banyak pembeli yang cari set top box. Toko tersebut menjual set top box merek Sharp seharga Rp 399 ribu.
“Iya lagi ramai sekarang, setiap hari ada yang tanya. Sekarang stoknya sampai habis,” kata Ajat kepada wartawan, Sabtu (5/11/2022).


















Discussion about this post