Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Politik Dinasti di Tengah Praktik Pseudo-Demokrasi

Suara Nusantara by Suara Nusantara
26 January 2023
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
A A
Ilustrasi demokrasi diktator (Pixbay)

Ilustrasi demokrasi diktator (Pixbay)

5
SHARES
38
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SuaraNusantara.com – Pernyataan Gibran terkait adanya keinginan adik bungsunya, Kaesang Pangarep untuk terjun di dunia politik kontan saja menjadi viral. Keinginan tersebut disampaikan pada acara makan malam keluarga yang juga dihadiri Presiden Jokowi, seperti yang diungkap Gibran di Surakarta, Selasa, 24 Januari 2023.

Setelah Gibran dan Bobby Nasution mengikuti jejak Jokowi, kini Kaesang menyusul untuk terjun ke dunia politik menjelang berakhirnya periode Presidensi Jokowi. Keinginan Kaesang mengokohkan kembali fenomena tradisi politik dinasti yang masih terus berlangsung di tengah praktik demokrasi liberal yang tengah berlangsung saat ini. Jokowi tentunya bukan presiden pertama yang membawa rombongan keluarganya terjun ke politik.

SBY dengan Partai Demokratnya meneruskan tongkat estafet kepemimpinan partai ke Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sementara Ketua Fraksi Partai Demokrat dipegang oleh Edhie Baskoro Yudhoyono.

BACAJUGA

PSI Koar-koar Prabowo-Gibran Dua Periode, PDI Perjuangan Bilang Begini

Terkuak! Ini Alasan Kejari Jaksel Tak Tahan Roy Suryo dan dr Tifa Atas Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi

Megawati sebagai Ketua Umum PDIP juga menggadang-gadang puterinya Puan Maharani yang saat ini jadi Ketua DPR-RI untuk jadi capres di Pemilu 2024.

Meski bukan sebagai calon Presiden, Amien Rais yang mantan Ketua MPR-RI 1999-2004 tak ketinggalan ikut juga memboyong keluarganya untuk terjun di PAN. Tercatat dua anak Amien Rais yaitu Mumtaz Rais dan Hanafi Rais. Mantan Ketua Umum Golkar dan Ketua DPR-RI Akbar Tanjdung juga menggandeng keponakannya Ahmad Doli Kurnia Tandjung. Paralel dengan itu, mantan Ketua DPR-RI Agung Laksono juga mengerek anaknya Dave Laksono. Theo L. Sambuaga membawa Jerry Sambuaga yang saat ini jadi Wakil Menteri Perdagangan. Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menggendong Ravindra Airlangga yang saat ini adalah anggota DPR-RI.

Fenomena ini seolah mengingatkan kembali fenomena demokrasi yang berlangsung di Amerika Serikat sebagai negara rujukan praktik demokrasi. Tercatat bagaimana kakak beradik klan Kennedy seperti Edward Moore Kennedy yang jadi Senator Negara Bagian Massachusetts, Presiden Amerika John Fitzgerald Kennedy (JFK), juga Robert Francis Kennedy yang jadi Jaksa Agung semasa Presidensi JFK.

Tidak hanya klan Kennedy di Partai Demokrat, di Partai Republik ada klan Bush dimana bapak dan anak menjadi Presiden Amerika Serikat, George H W Bush (Senior) dan George W Bush (Junior).

Pada konteks ini tentu pengertian Nepotisme yang kerapkali dikaitkan dengan Korupsi dan Kolusi harus diuji ulang pada ukuran kepantasan, kepatutan, kelayakan, ketepatan dan keperluan di tingkat implementasi lapangan.

Secara tekstual berdasarkan KBBI Daring yang dikelola Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbud, Nepotisme memiliki tiga makna: perilaku yang memperlihatkan kesukaan yang berlebihan kepada kerabat dekat; kecenderungan untuk mengutamakan (menguntungkan) sanak saudara sendiri, terutama dalam jabatan, pangkat di lingkungan pemerintah; tindakan memilih kerabat atau sanak saudara sendiri untuk memegang pemerintahan.

Bukan tidak mungkin kata nepotisme berpotensi untuk digunakan membunuh hak politik sesorang tanpa lagi melihat kapasitas dan kompetensi seseorang. Kekerabatan atau persaudaraan pada konteks nepotisme tidak dapat tumbuh subur di tamansarinya meritokrasi yang tidak pernah memberi ruang bagi hadirnya spoils system dimana  proses rekruitmen, mutasi, promosi berdasarkan selera pribadi atau berdasarkan kepentingan suatu kelompok, golongan, klik, komplotan atas dasar kedekatan hubungan darah.

Masalahnya, pada konteks kekinian dan kedisinian, keinginan Kaesang untuk terjun ke dunia politik – juga AHY, Mumtaz Rais, Doli Kurnia, Dave Laksono, Jerry Sambuaga, Ravindra Airlangga dan Puan Maharani – ada di tengah situasi dimana meritokrasi kalah oleh kleptokrasi dan plutokrasi sehingga oligarki memegang kendali kekuasaan negara yang sudah mengkhianati cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945. Demokrasi politik yang tengah berlangsung tidak lagi didasarkan pada azas “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.”

Demokrasi politik yang saat ini berlangsung tidak lebih hanya pseudo-demokrasi yang berorientasi pada pragmatisme kekuasaan dengan skema transaksional berbiaya tinggi. Demokrasi telah bermutasi menjadi demonkrasi (demoncracy). Demokrasi telah berubah sifat dan perilakunya menjadi demonik yang serba penuh dengan tipu daya kemesuman, kenistaan, cemar, kejam, bengis dan keji. Demonkrasi dimana nepotisme bertumbuh kembang dengan subur.

Demonkrasi yang tidak memberi ruang dialektika bagi munculnya demokrasi ekonomi berdasarkan “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.” Demokrasi ekonomi yang berazaskan pada sendi-sendi gotong-royong bersifat kolektif kolegial. Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul. “Perekonomian  disusun  sebagai  usaha  bersama  berdasar  atas  asas kekeluargaan,” yang tidak eksploitatif dan bersifat rente. Demokrasi Ekonomi yang tidak kapitalistik dan anti oligarki.

Tanpa demokrasi dan meritokrasi yang berazas pada Panca Sila, fenomena Politik Dinasti yang diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya oleh Gibran, Kaesang, AHY, Mumtaz Rais, Doli Kurnia, Dave Laksono, Jerry Sambuaga, Ravindra Airlangga, Puan Maharani dan masih banyak lagi yang lainnya, hanya akan memperbesar kendali penguasaan oligarki atas tanah-air Indonesia bagi sebesar-besarnya kemakmuran mereka.

Tinggal tunggu saja makan malam keluarga berikutnya. Jangan-jangan Jokowi masih menunggu pernyataan Kahiyang Ayu yang (mungkin) juga akan ikut terjun bebas ke dunia politik. (Penulis Direktur Eksekutif Strategi Institut, Mahendra Uttunggadewa – Tim Red)

Tags: DemokrasiJokowiPolitik
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Ketua DPD GMNI Jakarta Deodatus Sunda Se desak pemerintah hentikan Kopdes Merah Putih (Instagram @mediasosial_milikrakyat)
Nasional

Boroskan Anggaran, GMNI Jakarta Desak Pemerintah Hentikan Kopdes Merah Putih

by Feri Spt
28 June 2026

Suaranusantara.com- Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih menjadi salah satu...

Presiden RI Prabowo Subianto saat bicara mengenai RI masih impor gandum acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di JCC Senayan, Jakarta, Jumat 26 Juni 2026 (Instagram @kemensetneg.ri)
Nasional

Prabowo Tanya ke Profesor: Kenapa RI Harus Impor Gandum?

by Feri Spt
27 June 2026

Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto bertanya kepada profesor terkait...

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat memberikan keterangan pers terkait soal kabar PHK (Instagram @sufmi_dasco)

Dasco Gelar Rapat Bersama Sejumlah Menteri dan Serikat Buruh di Senayan, Ada Apa?

27 June 2026
Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea bicara soal 55.000 ribu buruh terancam PHK (Instagram @sufmi_dasco)

KSPSI Lapor ke Dasco Soal 55 Ribu Pekerja Terancam PHK, Imbas Kenaikan Harga Gas Industri

27 June 2026
Mensesneg Prasetyo Hadi bicara soal ancaman gelombang PHK imbas kenaikan harga gas industri (Instagram @kemensetneg.ri)

Gelombang PHK Menghantui Imbas Harga Gas Industri Mahal, Istana Turun Tangan

27 June 2026
Mensesneg Prasetyo Hadi ditunjuk sebagai Ketua Satgas Mitigasi PHK (Instagram @kemensetneg.ri)

Mensesneg Ditunjuk Jadi Ketua Satgas PHK, Apa Tugasnya?

27 June 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan jadi Dewan Pembina PSI (instagram @yusufmuhammad)

Lama Tak Terlihat, Begini Kondisi Terbaru Jokowi

12 months ago
Ilustrasi harga emas mulai dari Antam mengalami kenaikan (instagram @sukabumikuid)

Harga Emas Antam Kembali Melemah Buyback Ikut Turun

3 months ago
Salah satu twibbon Lebaran 2026 (twibbonize.com)

Idulfitri 1447 H Segera Tiba, Berikut Link Twibbon Lebaran 2026 Download Gratis Langsung Pejeng Status di Medsos

3 months ago
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (Instagram @andreaspareira)

Prabowo Akan Tertibkan Pengamat Tak Suka Pemerintahannya, PDI Perjuangan: Ini Risiko Rakyat yang Telah Memilih

3 months ago
Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

3 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Presiden RI Prabowo Subianto saat pidato di acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di JCC Senayan, Jakarta, Jumat 26 Juni 2026 (Instagram @kemensetneg.ri)
Nasional

Prabowo Akui Para Ilmuwan dan Guru Besar Punya Peran Penting Bagi Kemajuan Negara: Saya Libatkan Profesor di Setiap Bidang Pemerintahan

by Feri Spt
27 June 2026

Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto mengakui bahwa kemajuan suatu negara juga tak lepas dari peran penting para...

Presiden RI Prabowo Subianto saat bicara dalam acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di JCC Senayan, Jakarta, Jumat 26 Juni 2026 (Instagram @kemensetneg.ri)

Prabowo Singgung Otomotif Nasional: Kenapa RI 81 Tahun Tak Bisa Bikin Mobil Sendiri

27 June 2026
BBM baru B50 (Instagram @kabarelamongan)

Segera Diresmikan 1 Juli 2026, Apa Itu BBM B50? Begini Spesifikasinya

26 June 2026
Menkeu Purbaya tolak tawaran bantuan pinjaman dana dari IMF (Instagram @tuturmediadigital)

Terkuak! Ini Alasan Purbaya Tolak Tawaran Pinjaman dari IMF Senilai US$ 30 Miliar, Kemenkeu Beberkan

26 June 2026
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa sidak ke pabrik baja China di Pulogadung, Jakarta Timur (Instagram @menkeuri)

Ternyata Gara-gara Ini, Bikin Purbaya Sidak ke Pabrik Baja China di Pulogadung

26 June 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com