SuaraNusantara.com – Pemerintah melalui Ditjen Dukcapil Kemendagri menargetkan 25 persen penduduk Indonesia melakukan aktivasi identitas kependudukan digital (IKD).
Untuk mengejar target tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lebak melakukan upaya jemput bola dengan mendatangi perangkat daerah.
Target awal aktivasi IKD diharapkan bisa dilakukan oleh seluruh pegawai di lingkungan perangkat daerah.
“Jemput bola sudah dilakukan ke beberapa dinas untuk mendorong target 25 persen aktivasi IKD tersebut bisa segera terpenuhi. Sasaran awal memang kepada para pegawai di pemerintahan atau OPD sebelum ke masyarakat umum,” kata Kepala Disdukcapil Lebak, Ahmad Nur, di Rangkasbitung, Selasa (28/3/2023).
Seperti hari ini, kata dia, pihaknya juga jemput bola ke RSUD dr. Adjidarmo. Dari rumah sakit milik pemerintah daerah itu, ditargetkan sebanyak 800 pegawai melakukan aktivasi IKD.
“Untuk di RSUD sudah dilakukan dua hari dengan menyiapkan 5 orang operator untuk membantu pegawai melakukan aktivasi IKD. Kita berharap dari target itu bisa semua,” ujar Nur.
Dia menyebut, tidak kurang 500 pegawai RSUD sudah melakukan aktivasi IKD. Masyarakat umum yang ingin memiliki IKD bisa mendapatkannya di PlayStore smartphonenya. Namun masyarakat perlu melakukan aktivasi ke kantor Disdukcapil Lebak.
“Iya jadi kalau sudah download aplikasinya, nanti aktivasinya tetap harus ke sini dulu. Per awal Maret 2023, kurang lebih sudah 900 orang yang punya IKD, kita harap sampai akhir tahun target 25 persen dari penduduk Lebak bisa terpenuhi,” harapnya.(Def)


















Discussion about this post