Suaranusantara.com– Bupati dan Wakil Bupati Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya-Amir Hamzah didesak menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas konflik yang sempat terjadi di antara keduanya.
Desakan itu merupakan salah satu tuntutan massa dari Aliansi Rakyat Menggugat Lebak yang menggelar aksi rasa di depan Kantor DPRD Kabupaten Lebak, Rabu (8/4/2026).
“Bupati dan Wakil Bupati harus turun langsung menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang ditimbulkan saat acara halal bihalal beberapa waktu lalu” kata korlap aksi Ade Surnaga.
Menurutnya, konflik terbuka antara Hasbi dan Amir punya dampak negatif terhadap jalannya roda pemerintahan daerah Lebak. Masyarakat pun dirugikan ketika pemimpinnya justru tak harmonis dan rukun.
“Citra Kabupaten Lebak menjadi jelek dan masyarakat serta pegawai di lingkungan Pemkab Lebak kena dampak kalau sikap bupatinya seperti itu,” sebut Ade.
Selain mendesak Hasbi-Amir menyampaikan permohonan maaf, massa juga menyampaikan sejumlah tuntutan lain yang harus dipenuhi Pemkab Lebak.
“Bangun jalan yang kondisinya rusak terutama wilayah pelosok, kembalikan pedagang yang kini berada di Pasar Semi ke lokasi semula sampai pemerintah melengkapi semua sarana dan prasarana di sana,” ucapnya.
Massa mengingatkan bupati yang berjanji bakal menindak tegas jika ada kepala dinas yang nakal dan terbukti melanggar aturan.
“Janji itu harus dipenuhi oleh Bupati. Kemusian soal pematangan lahan untuk korban bencana alam di Lebakgedong kami minta dimaksimalkan karena masih banyak yang belum tersedia,” tuturnya.
“Kemudian kami minta kembalikan motto Lebak yakni Lebak Bertauhid, bukan Lebak Ruhay- di mana itu adalah tagline Hasbi saat masa kampanye. Kalau tuntutan kami tidak dipenuhi lebih baik Bupati mundur,” tegasnya.
Untuk diketahui, konflik yang terjadi antara Hasbi dan Amir berawal saat momen halal bihalal pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak, di Pendopo Bupati, Senin (30/3/2026).
Di dalam sambutannya, Hasbi menyinggung masa lalu Amir yang merupakan mantan narapidana bisa menjadi Wakil Bupati. Ucapan itu membuat Amir emosi hingga meninggalkan lokasi acara.
Beberapa hari kemudian, Hasbi menyambangi Amir di kediamannya, di Jalan Kapugerang Rangkasbitung. Sekretaris Daerah Lebak, Halson Nainggolan menyebut keduanya telah berdamaim
“Kedua pimpinan kita bicara dari hati ke hati hasilnya keduanya rukun tidak ada persoalan dan bersepakat membangun Lebak,” katanya.
Sementara Hasbi, mengatakan, ia dan Amir memahami tugas dan kewenangannya masing-masing.
“Saya dan Pak Wakil Bupati akan fokus bekerja untuk rakyat menjaga stabilitas pemerintahan, bahwa apa yang terjadi kemarin sudah berlalu. Saya sampaikan ke Pak Wakil kita harus kembali kondusif,” kata Hasbi.
Saat ditanya wartawan apakah ada penyampaian maaf darinya kepada Amir? Begini kata Hasbi.
“Hari kemarin adalah tanggung jawab saya. Alhamdulillah Pak Amir sebagai Wakil Bupati sekaligus senior memahami kondisi, tapi kita sepakat kembali mengutamakan kepentingan rakyat,” jelas Hasbi.
Terpisah, Amir Hamzah mengungkap, dalam pertemuan tersebut, Hasbi menyampaikan permohonan maaf.
“Hasbi minta maaf. Bapak memberikab nasihat agar bisa merubah sikap dan pola komunikasi dengan berbagai elemen di Lebak,” katanya.(Def)


















Discussion about this post