Suaranusantara.com – Jelang Pemilu 2024, situasi politik nasional kian menghangat. Banyak kelompok politik termasuk relawan mulai intens berkonsolidasi.
Berbagai isu pun mulai bertebaran diruang publik baik yang betujuan untuk meningkatkan elektabilitas figur bakal calon kontenstan Pemilu 2024 maupun yang berniat menjatuhkannya.
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengomentari berbagai isu politik yang digunakan dalam Pemilu, salah satunya politik identitas yang sering digunakan oleh lawan politik.
Gibran menilai bahwa politik identitas sangat mudah dikonsumsi masyarakat karena keberagaman bangsa Indonesia, namun dirinya menyayangkan bahwa keberagaman tersebut digunakan untuk memecah belah.
Dilihat dari kanal YouTube Kompas TV, Gibran berharap untuk Pemilu 2024 dan seterusnya tidak ada politisi yang memanfaatkan keberagaman identitas itu untuk perpecahan, namun gunakan untuk menguatkan persatuan bangsa.
“Namanya pemimpin politik (itu-red) bisa mempersatukan bisa memecah belah,” ujarnya.
Gibran pun berharap agar kondisi pemilu 2024 nanti tidak ada yang merasakan seperti dirinya di Pemilu tahun 2014 dan Pemilu 2019. Dirinya mengaku capek dituding kafir oleh lawan politik.
“Harapannya jangan sampai kayak 2014-2019 kemarin. Kita juga capek di kafir-kafir in terus,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gibran memberikan pesan dengan tegas bahwa Solo akan terus merangkul semua elemen. Hal tersebut ditunjukkan dalam setiap acara keagamaan.
“Kalau kita ingin merangkul semua (elemen masyarakat-red). Di solo semua event keagamaan dirangkul semua. Rukun semua dan semua kita kasih ruang tempat untuk mengadakan keagamaan masing-masing,” tegasnya.(ADT)


















Discussion about this post