Suaranusantara.com – Pada puncak acara musyawarah rakyat (Musra) yang digelar di Senayan, Jakarta, (14/5/2023), Presiden Joko Widodo mengungkap kriteria presiden selanjutnya yang dibutuhkan Indonesia pada Pemilu Presiden 2024 mendatang adalah sosok pemimpin berani.
Kisi-kisi Jokowi mengenai kriteria pemberani itu diklaim beberapa pihak mengarah kepada sosok Ganjar Pranowo dan adapula yang menduganya mengarah kepada Prabowo Subianto.
Sekretaris Tim Koordinasi Relawan Pemenangan Pemilu Presiden PDI Perjuangan, Deddy Yevri Sitorus menuturkan bahwa Ganjar Pranowo merupakan sosok pemberani yang dimaksud Jokowi. Sebab, lanjut Deddy, Ganjar Pranowo dengan tegas menolak kehadiran Israel sebagai salah satu kontestan Piala Dunia U-20 karena komitmen ideologis yang dipegangnya.
“Ganjar terbukti berani menolak partisipasi Israel yang berisiko menurunkan popularitasnya demi menjaga amanat konstitusi, regulasi, dan ancaman kerentanan keamanan jika Israel bertanding dalam perhelatan besar seperti Piala Dunia U-20,” ujar Deddy dalam keterangan tertulis, Senin (15/5/2023).
Deddy menyebut tokoh lain yang digadang-gadang sebagai capres lain hanya diam demi menjaga popularitas dan ambisi berkuasanya.
“Tidak seperti Ganjar yang tegas dan berani menolak Israel,”jelas Deddy.
Deddy pun meyakini Ganjar Pranowo dapat meneruskan program Jokowi. Pasalnya, lanjut Deddy, Ganjar dan Jokowi sama-sama dibesarkan di PDI Perjuangan dan memahami cara keberpihakkan kepada wong cilik.
“Mereka berdua anak ideologis Bung Karno yang memahami dan sudah terbiasa mengimplementasikan ideologi keberpihakan kepada Wong Cilik (rakyat), memahami dengan utuh Trisakti yakni berdaulat politik, mandiri ekonomi dan berkarakter budaya,” paparnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman meyakini bahwa sosok pemimpin pemberani yang dimaksud Jokowi adalah Prabowo Subianto.
“Kalau pemimpin berani dan dekat dengan rakyat memang tidak salah jika diidentikkan dengan Pak Prabowo,” ujar Habiburokhman dari keterangan yang diterima.
Habiburokhman menilai konteks berani yang dimaksud Jokowi adalah pemimpin yang dapat melindungi kepentingan bangsa dan negara di kancah internasional.
“Prabowo sudah dapat melakukannya sejak berkarier di militer,”katanya.(ADT)


















Discussion about this post