Suaranusantara.com– Ribuan benih lobster senilai Rp. 11 miliar yang akan diselundupkan ke Singapura melalui jalur udara berhasil digagalkan Polresta Bandara Soekarno-Hatta. Benih lobster tersebut diselundupkan oleh 2 orang menggunakan koper.
“Di dalam 2 koper tersebut ada 35 plastik yang berisikan benih lobster yang totalnya ada 107.800 ekor dengan nilai kerugian negara mencapai Rp. 11 miliar lebih,” ungkap Wakapolres Bandara Soekarno-Hatta, AKBP Raden Muhammad Jauhari kepada wartawan di Polres Bandara Soekarno-Hatta, Senin, (9/10/2023).
Ia menjelaskan, pengungkapan penyelundupan benih lobster ini bermula pada Minggu, (8/10), sekitar pukul 14:45 WIB, di area Terminal 2F keberangkatan Internasional. Pihaknya mendapatkan informasi ada 2 koper berisikan benih lobster yang akan di kirim mengunakan pesawat Air Asia QZ 260 tujuan Jakarta-Singapore.
Baca Juga :Â Ponsel Itel P40: Kombinasi Eksklusif dari Desain Premium dan Fitur Canggih dengan Harga Terjangkau
Sambung dia, atas informasi tersebut pihaknya langsung melakukan pengecekan ke lokasi, Satreskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta langsung mengamankan 2 orang laki-laki yang membawa koper tersebut. Mereka berinisial, MF (50) dan VGA (20) dengan barang bukti berupa 1 koper warna merah dan koper 1 koper warna biru.
“Ketika di buka kedua koper tersebut berisikan benih lobster. Jika dirinci, untuk koper berwarna merah berisikan 14 bungkus benih lobster sebanyak 44.800 ekor. Dan di koper berwarna biru berisikan 21 bungkus benih lobster sebanyak 63.800 ekor, totalnya ada 107.800 ekor dengan,” sebut dia.
Menurut Jauhari, kedua tersangka saat ini telah diamankan dan sedang di lakukan pendalaman terkait jaringan penyelundupan benih lobster. Keduanya disangkakan dengan pasal 92 jo pasal 26 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 6 tahun 2023 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan.
Baca Juga :Â Pemuda 17 Tahun Diduga Bakar Istrinya Yang Berusia 16 Tahun di Langkat, Sumatera Utara
“Keduanya kini terancam hukuman 8 tahun dan denda paling banyak Rp. 1,5 miliar,” tutupnya. (RD)


















Discussion about this post