Suaranusantara.com- Mahasiswa Universiras Bung Karno (UBK) gelar aksi bagi-bagi selebaran ke masyarakat yang melewati kawasan Jl Diponegoro, Jakarat Pusat, pada pukul 11.11 WIB, Kamis 11 Januari 2024.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa UBK menyampaikan kegelisahan mereka tentang kondisi negara yang dinilai telah melenceng dari cita-cita pendahulu.
Dalam selebaran itu, mahasiswa UBK menyampaikan peringatan bahayanya tirani dinasti dan pelanggaran hak asai di Indonesia.
‘Awas bahaya, jangan sampai Indonesia dikuasai tirani dinasti dan pelanggar hak asasi’ tulis dalam selebaran tersebut.
Tidak hanya itu, mereka juga tegas menolak dinasti politik hingga singgung penculik.
“Indonesia menolak dinasti politik dan penculik” katanya
Sementara itu, koordinator lapangan Nico Gultom dalam orasinya sampaikan jika kedaulatan negara yang berasal dan untuk rakyat telah diamputasi oleh penguasa untuk melanggengkan kekuasannya.
“Gerakan ini, sebagai manifestasi kesadaran kami sebagai mahasiswa, hal ini untuk menunjukkan kepedulian terhadap kondisi negara yang tidak tidak biasa-biasa saat ini. Krisis demokrasi yang nyata dan gangguan terhadap sistem hukum oleh kelompok berkepentingan telah mengakibatkan ketidakpercayaan terhadap penguasa saat ini” ujar Nico dalam orasinya.
Kata Nico, di tengah ketidakpastian tersebut, gerakan ini hadir sebagai solusi kolaboratif, mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyadari urgensi yang dialami oleh bangsa Indonesia.
“Dengan menyatukan kekuatan, kita warga Indonesia dapat merebut kembali kendali atas negara, memastikan bahwa kekuasaan dan kedaulatan yang sebenarnya melekat pada rakyat” tegas dia


















Discussion about this post