Suaranusantara.com- Program hilirisasi menjadi sorotan dalam debat Capres-Cawapres 2024 dan menjadi pusat perdebatan di antara para calon wakil presiden.
Pada debat Cawapres ke-2 di Senayan JCC, Muhaimin Iskandar, calon wakil presiden nomor urut 1, mengkritik upaya hilirisasi sumber daya alam (SDA) pemerintah, menyebutnya dilakukan secara ugal-ugalan.
Sementara itu, Gibran Rakabuming Raka, calon wakil presiden nomor urut 2, menyatakan niatnya untuk melanjutkan program hilirisasi jika terpilih, menekankan manfaat ekonomisnya.
Gibran menyoroti potensi besar Indonesia dalam cadangan nikel dan timah, serta menganggap hilirisasi sebagai cara untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam tersebut.
Pasangan calon nomor urut 3, Ganjar-Mahfud, juga berkomitmen melanjutkan program hilirisasi yang sudah diterapkan oleh pemerintah saat ini.
Secara umum, hilirisasi, atau penghiliran, adalah proses pengolahan bahan baku menjadi barang siap pakai. Proses ini bertujuan untuk mengoptimalkan nilai jual produk, dengan mengelola komoditas dari industri tertentu sehingga menghasilkan produk bernilai tambah tinggi.
Dengan menerapkan hilirisasi, produk yang sebelumnya diekspor dalam bentuk mentah atau bahan baku dapat diolah menjadi barang setengah jadi atau jadi, meningkatkan nilai ekspor dan kontribusi terhadap perekonomian negara.
Contoh konkrit hilirisasi adalah pengolahan batu bara menjadi produk turunannya seperti briket, metanol, dan kokas. Manfaat hilirisasi juga disoroti oleh beberapa menteri pemerintah.
Salah satunya termasuk Menteri Investasi dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, yang mengatakan bahwa hilirisasi memberikan nilai tambah pada perekonomian melalui kinerja ekspor yang positif.
Salah satu dampak positifnya adalah peningkatan nilai ekspor produk besi dan baja setelah adanya larangan ekspor komoditas mentah.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menambahkan bahwa hilirisasi memberikan dampak berganda, termasuk peningkatan nilai tambah bahan baku dalam negeri, penarikan investasi asing, devisa besar dari ekspor, dan peningkatan jumlah serapan tenaga kerja.
Sektor tambang dan mineral juga menunjukkan peningkatan signifikan dalam nilai ekspor nasional melalui kebijakan hilirisasi, dengan nilai ekspor industri tersebut mencapai 36,4 miliar dollar AS hingga Oktober 2022, naik 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.


















Discussion about this post