SuaraNusantara.com- Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto berkelakar soal ac yang minta untuk disetting agar tidak kedinginan seperti di KPK.
Candaan tersebut saat Hasto membuka sekolah hukum di Sekolah PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat 14 Juni 2024.
“Setelah masuk, nanti tolong AC-nya di-setting lagi, jangan terlalu dingin, seperti di KPK. Baru 2 jam sudah kedinginan, saya 4 jam kedinginan,” ujar Hasto pada Jumat 14 Juni 2024.
Mengingat pada Senin 10 Juni 2024 lalu Hasto dipanggil KPK untuk diperiksa sebagai saksi atas kasus Harun Masiku.
Dalam menjalani pemeriksaan, Hasto ditempatkan di sebuah ruangan yang sangat dingin selama empat jam.
Sudah dingin, Hasto mengaku ditinggal dan hanya bertemu penyidik KPK selama 1,5 jam saja.
“Saya di dalam ruangan yang sangat dingin hampir sekitar 4 jam dan bersama penyidik face to face paling lama 1,5 jam sisanya ditinggal kedinginan,” ujar Hasto.
Lebih lanjut, dalam pidatonya saat membuka sekolah hukum PDI Perjuangan, Hasto menjelaskan alasan dibuatnya sekolah hukum tersebut.
Hasto mengatakan seharusnya hukum dibuat untuk kepentingan bangsa.
“Di dalam praktik terjadi pergeseran yang luar biasa sehingga hukum menjadi alat kekuasaan, menjadi alat penguasa. Sebagai partai yang konsisten di dalam membangun supremasi hukum, pemahaman terhadap gagasan-gagasan dari para pendiri bangsa terkait dengan sistem hukum nasional bagi kita sangatlah penting,” ujarnya.
Hasto juga menceritakan perjuangan Proklamator sekaligus Presiden pertama RI Sukarno berhadapan dengan hukum zaman kolonial Belanda.
Hasto mengatakan sekolah hukum akan digelar setiap Jumat secara hybrid selama satu bulan ke depan.
“Jangan berpikir bahwa kita merdeka itu mudah. Bung Karno menghadapi suatu hari-hari ketika beliau mendapatkan suatu tekanan oleh hukum yang tidak berkeadilan,” ujarnya.
Hasto sebelumnya pada Senin lalu mengaku hanya bertemu penyidik sekitar 1,5 jam saja.
*


















Discussion about this post