Suaranusantara.com- Jakarta disebut sebagai salah satu wilayah dengan tingkat arus lalu lintas yang padat alias macet, kemacetan menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh gubernur dan wakil gubernur.
Untuk itu, pasangan calon (paslon) nomor urut 3 Pramono Anung-Rano Karno punya strategi jitu dalam mengatasi kemacetan Jakarta.
Melalui debat perdana Pilgub Jakarta 2024 yang digelar tadi malam Minggu 6 Oktober 2024 di JI Expo Kemayoran Jakarta, Pramono Anung-Rano Karno memaparkan strategi mengatasi kemacetan.
Hal itu dipaparkan Pramono Anung-Rano Karno yang menjawab pertanyaan dari panelis terkait kemacetan dalam debat Pilgub Jakarta 2024.
Sebagai informasi, Jakarta menempati peringkat ke-29 kota termacet dunia menurut Tomtom Traffic Index.
Warga menghabiskan 53 persen waktu lebih lama untuk perjalanan, dengan jumlah kendaraan mencapai 21,9 juta, meningkat 24,3 persen sejak 2017.
Calon Gubernur (Cagub) Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung mengatakan bahwa dia mengusulkan untuk membentuk Program Jakarta Bergerak.
Program ini sebagai solusi untuk mengatasi kemacetan di ibu kota.
“Kami ingin agar warga Jakarta tidak kena macet saat mau berangkat dan pulang kerja. Begitu juga warga Jakarta yang mau jalan-jalan keliling kota merasa nyaman menikmati indahnya Kota Jakarta,” kata Pramono pada Minggu 6 Oktober 2024.
Hal tersebut juga tercantum dalam buku putih visi-misi “Mas Pram dan Bang Doel Jakarta Menyala”.
Menurut Pramono, Jakarta yang menjadi barometer kemajuan pembangunan Indonesia, warganya harus bebas dari kemacetan.
Oleh karena itu, Pramono berkeinginan menggagas Program Jakarta Bergerak.
Program Jakarta Bergerak dibuat dengan berfokus pada peningkatan cakupan layanan transportasi publik terintegrasi, seperti MRT, LRT, Transjakarta, dan Mikrotrans Jaklingko.
Pramono akan bekerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah penyangga untuk memperkuat kualitas layanan tersebut, termasuk meluncurkan
“Transjakarta Laut” di Kepulauan Seribu. Pramono juga menolak penyesuaian tarif transportasi publik berbasis NIK dan berencana menyediakan bus sekolah yang terintegrasi untuk mengurangi kemacetan.
Dengan pengalamannya sebagai Sekretaris Kabinet, ia memahami masalah Jakarta dan berkomitmen mengatasinya.


















Discussion about this post