Suaranusantara.com- Penembakan terhadap Kasat Reskrim Polres Solok Selatan, AKP Ryanto Ulil Anshari membuat sang ibunda, Cristina Yun Abubakar menangis pilu.
Kesedihan begitu dirasakan mendalam sang ibunda, terlebih AKP Ryanto Ulil Anshari adalah putra yang dia besarkan penuh perjuangan sendirian tanpa seorang suami, meninggal dunia dengan begitu tragis.
Mengingat ayah dari AKP Ryanto Ulil Anshari meninggal dunia saat Kasat Reskrim berusia 34 tahun itu masih kecil.
Sang ibunda menangis pilu atas kepergian putranya yang begitu mendadak.
Diketahui Cristina Yun Abubakar menetap di BTN Antang Jaya Blok E/5, Kelurahan Bitowa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Cristina mengaku tak memiliki firasat apa pun tentang putranya sebelum tewas ditembak.
“Tidak ada firasat karena tiba-tiba terjadi. Dia pergi ambil hp di mobil, ditembak,” ujar ibunda AKP Ryanto Ulil Anshar pada Sabtu 23 November 2024.
Dia pun meminta pelaku penembakan terhadap putranya dihukum setimpal.
“Saya tidak tahu mau bicara apa, tetapi yang pasti yang melakukan itu dihukum seperti apa yang dilakukan,” tuturnya dengan nada bergetar.
Adapun AKP Ryanto mengalami dua luka tembak di bagian wajah yakni pelipis dan pipi korban.
Mulanya korban dikuntit oleh pelaku saat menuju parkiran mobil untuk mengambil ponsel di mobilnya.
Di situlah penembakan terjadi pada Jumat dini hari 22 November 2024 pukul 00.40 WIB.
Korban ditembak dari jarak dekat. Usai ditembak, Ryanto tergeletak bersimbah darah.
Adapun korban kala itu tengah mengidentifikasi terkait pelaku galian tambang C yang ditangkap.
Dia pun melakukan identifikasi di ruang identifikasi. Lalu Ryanto keluar menuju parkiran untuk mengambil ponsel di mobilnya.


















Discussion about this post