Suaranusantara.com- Pemerintah menyepakati soal libur sekolah selama Ramadhan 2025, hal ini diutarakan langsung oleh Menteri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu’ti yang menyebutkan tiga kementerian telah bersama-sama menyetujui hal libur tersebut.
Adapun tiga kementerian yang menyepakati libur sekolah selama Ramadhan 2025 yakni Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri.
Mendikdasmen mengatakan kesepakatan telah dibuat pada Selasa malam 14 Januari 2025 dan tinggal menunggu Surat Edaran (SE).
“Sudah kita bahas tadi malam lintas kementerian, tetapi nanti pengumumannya tunggu sampai ada SE bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, serta Kementerian Dalam Negeri. Tunggu sampai surat edarannya keluar, mudah-mudahan dalam waktu singkat,” kata Prof. Mu’ti saat ditemui usai menghadiri Tanwir 1 Aisyiyah di Jakarta, dikutip pada Sabtu 18 Januari 2025.
Untuk itu, Abdul Mu’ti meminta agar masyarakat bersabar soal pengumuman libur sekolah selama Ramadhan 2025. Dia menegaskan bahwa tiga kementerian telah menyepakati libur sekolah selama Ramadhan 2025.
“Intinya sudah kami bicarakan dalam rapat koordinasi lintas kementerian dan sudah ada kesepakatan, isinya bagaimana, kita tunggu sampai pada waktunya kita umumkan,” ujarnya.
Sebelumnya, Mu’ti mengatakan wacana libur sekolah selama Ramadhan 2025 itu melalui sejumlah sejumlah usulan.
Usulan pertama libur selama satu bulan penuh nantinya kata Mu’ti akan diisi dengan kegiatan keagamaan.
Atau usulan kedua dengan pembagian waktu libur selama Ramadhan 2025.
“Yang kedua, itu paro-paro (setengah-setengah). Artinya, ada sebagian. Biasanya, kalau yang berlaku sekarang, awal Ramadhan itu libur, jadi misalnya tiga hari atau dua hari menjelang Ramadhan sampai misalnya empat hari atau lima hari Ramadhan pertama libur. Kemudian, habis itu masuk seperti biasa. Kemudian nanti biasanya menjelang Idul Fitri juga libur,” jelasnya.
Atau usulan ketiga, tidak ada libur selama Ramadhan 2025 alias berjalan seperti biasa.
Semua usulan itu bakal dipertimbangkan secara matang melalui rapat lintas kementerian.
Lantas jika wacana libur sekolah selama Ramadham 2025 itu benar-benar terealisasi, bagaimana dengan gaji guru?
Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) pun memperhatikan wacana pemerintah meliburkan sekolah selama Ramadhan.
Salah satunya yang menjadi dampak atas wacana tersebut yakni soal gaji guru.
Gaji guru swasta atau madrasah jika wacana libur itu terealisasi maka terancam dipotong atau tidak dibayar lantaran libur satu bulan penuh.
Hal ini diungkap oleh Koordinator Nasional P2G, Satriwan Salim yang menyebutkan ada lima faktor yang harus dipertimbangkan terkait libur satu bulan selama Ramadhan 2025 yang salah satunya gaji guru.
Dikhawatirkan, jika wacana tersebut terealisasi, para guru sekolah/madrasah swasta khawatir gaji mereka akan berkurang signifikan jika siswa libur sebulan penuh.
Hal ini dikarenakan, pada saat libur satu bulan penuh tentu orangtua jadi keberatan membayar iuran SPP karena anaknya libur sekolah.
“Guru-guru swasta di daerah khawatir, kalau liburnya full selama puasa, nanti yayasan akan memotong gajinya signifikan. Padahal kebutuhan belanja saat bulan puasa ditambah idul fitri keluarga meningkat,” lanjutnya.
Data yang dimiliki, menunjukkan 95 persen madrasah berstatus swasta, dan sebagian madrasah swasta itu dikelola dengan SDM dan anggaran minim.
Gaji gurunya pun di bawah satu juta perbulan. Pemerintah mesti memikirkan nasib dan kesejahteraan guru swasta kecil, jika sekolah libur sebulan penuh.
Data yang dimiliki, menunjukkan 95 persen madrasah berstatus swasta, dan sebagian madrasah swasta itu dikelola dengan SDM dan anggaran minim.
Gaji gurunya pun di bawah satu juta perbulan. Pemerintah mesti memikirkan nasib dan kesejahteraan guru swasta kecil, jika sekolah libur sebulan penuh.


















Discussion about this post