Suaranusantara.com – Gelandang asal Prancis, Adrien Rabiot, secara terbuka mengungkapkan bahwa dirinya menolak tawaran untuk bergabung dengan Manchester United.
Adrien Rabiot menilai klub tersebut sedang berada dalam kondisi sulit, baik di dalam maupun luar lapangan.
Meski sempat menjadi incaran utama MU dalam dua bursa transfer musim panas terakhir saat masih bermain untuk Juventus, Rabiot lebih memilih untuk bertahan di Italia pada 2023 dan kemudian kembali ke Prancis setahun setelahnya.
Pilih Marseille, Bukan Old Trafford
Saat kontraknya dengan Juventus berakhir musim panas lalu, Rabiot kembali menjadi target utama MU.
Namun, ia justru memilih untuk bergabung dengan Olympique Marseille dengan status bebas transfer, menandatangani kontrak dua tahun hingga Juni 2026.
Pilihan Rabiot terbukti tepat. Bersama tim asuhan Roberto De Zerbi, ia tampil gemilang dengan mencetak 9 gol dan 5 assist dalam 29 laga Ligue 1, membawa Marseille finis di posisi kedua dan mengamankan tiket ke Liga Champions.
MU Terpuruk, Rabiot Tak Menyesal
Manchester United justru mengalami musim yang mengecewakan. Mereka mengakhiri Premier League di posisi ke-15, pencapaian terburuk sepanjang sejarah klub, dan kalah di final Liga Europa dari Tottenham Hotspur.
Dalam wawancara dengan The Athletic, dilansir Sports Mole, Rabiot mengatakan bahwa ia sempat melakukan pembicaraan intens dengan MU.
“Kami sudah berbicara serius. Bahkan ada penawaran resmi. Tapi saya merasa ragu. MU saat ini sedang berada di situasi yang sulit, saya tidak yakin mereka bisa kembali bersaing di level tertinggi,” ujarnya.
Rabiot menegaskan bahwa keputusannya pindah ke Marseille adalah langkah tepat.
“Saya tiba di Marseille dan menjalani musim yang luar biasa. Saya membantu tim lolos ke Liga Champions. Tidak ada penyesalan,” tambahnya.
Berbagi Ruang Ganti dengan Greenwood
Di Marseille, Rabiot kini bermain bersama Mason Greenwood, mantan bintang muda Manchester United yang bergabung tahun lalu setelah dilepas klub menyusul kasus hukum yang menimpanya, meski akhirnya semua tuduhan dibatalkan pada Februari 2023.
Greenwood tampil impresif di musim pertamanya di Prancis dengan mencetak 22 gol dalam 36 pertandingan, menjadikannya top skor klub, unggul jauh dari Rabiot di posisi kedua dengan 10 gol.
Rabiot pun tak segan memuji rekannya itu, “Mason pemain yang luar biasa. Jika bukan karena masalah pribadinya, mungkin ia sudah setenar Jude Bellingham. Ia punya dua kaki yang sama kuat, tembakan luar biasa, dan kemampuan dribel yang menakjubkan. Kami sangat beruntung memilikinya.”
Jejak Karier Rabiot Sebelum ke Marseille
Sebelum bergabung dengan Marseille, Rabiot sempat mengenyam pendidikan di akademi Manchester City saat remaja.
Ia juga mengoleksi lima gelar Ligue 1 bersama PSG dan satu gelar Serie A saat bermain untuk Juventus.


















Discussion about this post