Suaranusantara.com – Penyerang Arsenal, Gabriel Jesus, dikabarkan telah ditawarkan kepada salah satu raksasa Serie A jelang potensi kepindahan dengan status pinjaman pada bursa transfer Januari mendatang.
Striker tim nasional Brasil itu baru mencatatkan tiga penampilan musim ini akibat cedera ligamen lutut parah yang dialaminya pada Januari lalu.
Meski demikian, kehadiran Jesus mulai memberi dampak positif sejak kembali memperkuat skuad utama The Gunners.
Dalam kemenangan tipis Arsenal 2-1 atas Wolverhampton Wanderers di Liga Inggris akhir pekkan lalu, Jesus memaksa bek lawan Yerson Mosquera mencetak gol bunuh diri.
Sebelumnya, ia juga nyaris mencatatkan gol saat comeback di Liga Champions melawan Club Brugge, namun tendangannya hanya membentur mistar gawang.
Pemain berusia 28 tahun itu kemudian tampil selama 30 menit dari bangku cadangan ketika Arsenal menang 1-0 atas Everton.
Ia bahkan diprediksi bakal menjadi starter pada laga perempat final Piala Liga melawan Crystal Palace di Emirates Stadium.
Persaingan di lini depan Arsenal dipastikan semakin ketat. Kai Havertz diperkirakan segera pulih dari cedera lutut untuk bersaing dengan Jesus dan Viktor Gyokeres memperebutkan posisi penyerang utama. Di sisi lain, kontrak Jesus sendiri akan berakhir pada musim 2026-2027.
Meski peluangnya untuk masuk skuad Brasil pada Piala Dunia 2026 belum sepenuhnya tertutup, Jesus dituntut bermain secara reguler jika ingin menarik perhatian Carlo Ancelotti. Situasi inilah yang memicu spekulasi masa depannya.
Menurut laporan jurnalis Gianluigi Longari melalui Sportitalia, AC Milan telah menyatakan ketertarikan untuk merekrut Gabriel Jesus dengan status pinjaman.
Manajemen Rossoneri saat ini tengah mengevaluasi kemungkinan transfer setelah sang pemain ditawarkan kepada mereka.
Milan memang sedang membuat kemajuan dalam upaya mendatangkan Niclas Fullkrug dari West Ham United.
Namun, klub asal Italia tersebut juga mempertimbangkan untuk merekrut satu penyerang tambahan pada jendela transfer musim dingin. Kondisi fisik Jesus masih menjadi bahan pertimbangan utama menyusul riwayat cederanya.
Laporan tersebut menyebutkan Arsenal berpotensi membuka peluang melepas Jesus di tengah musim, asalkan Milan bersedia menyertakan opsi atau kewajiban pembelian permanen pada musim panas. Kendala utama lainnya adalah gaji sang pemain.
Jesus diketahui menerima bayaran sekitar 265 ribu pound sterling per pekan, menjadikannya pemain dengan gaji tertinggi kedua di Arsenal setelah Havertz yang memperoleh 280 ribu pound per pekan.
Walaupun ketertarikan AC Milan terhadap Jesus cukup masuk akal, kepindahan ini dinilai sulit terwujud dalam waktu dekat.
Sang penyerang sebelumnya telah menegaskan keinginannya untuk bertahan di Arsenal dan membantu klub bersaing meraih trofi, meski hal itu bisa berdampak pada peluangnya tampil di Piala Dunia 2026.
Meskipun belum tentu mendapatkan perpanjangan kontrak baru, Mikel Arteta diperkirakan enggan melemahkan skuadnya di tengah musim.
Terlebih, Gyokeres masih kesulitan beradaptasi, sementara kebugaran Havertz juga kerap menjadi sorotan.
Dalam tiga pertandingan sejak pulih dari cedera, Jesus tampil lebih tajam dari perkiraan banyak pihak. Kontribusinya memberi dimensi berbeda bagi serangan Arsenal ketika berada dalam kondisi terbaik.
Situasi masa depan Jesus kemungkinan baru akan dievaluasi secara menyeluruh pada musim panas mendatang.
Namun untuk saat ini, besar kemungkinan ia masih akan mengenakan seragam merah putih Arsenal hingga bursa transfer Januari resmi ditutup.


















Discussion about this post