Suaranusantara.com – Tottenham Hotspur kembali menjadi sorotan jelang bursa transfer Januari. Penyerang sayap mereka, Brennan Johnson, dilaporkan masuk dalam radar Brentford, Ipswich Town, dan Crystal Palace.
Minat dari sejumlah klub Premier League tersebut muncul di tengah kondisi Spurs yang belum stabil di kompetisi domestik.
Hingga pekan ke-17 Liga Inggris, Tottenham masih tertahan di posisi ke-13 klasemen dengan koleksi 22 poin.
Kekalahan 1-2 dari Liverpool pada akhir pekan lalu semakin memperkuat keraguan suporter terhadap kualitas skuad yang dinilai belum cukup kompetitif untuk bersaing di zona Liga Champions.
Situasi ini membuat bursa transfer Januari diprediksi menjadi momen krusial bagi Tottenham.
Pelatih Thomas Frank diyakini akan memanfaatkan periode tersebut untuk merombak tim, termasuk membuka peluang kepergian beberapa pemain yang dinilai belum memberi dampak maksimal.
Nama Brennan Johnson termasuk yang santer dikaitkan dengan pintu keluar. Meski sempat menjadi pahlawan lewat gol penentu di final Liga Europa musim lalu, performa Johnson musim ini belum sepenuhnya konsisten.
Ia baru mencetak dua gol dari 15 penampilan di Liga Inggris serta satu gol dari empat laga Liga Champions.
Namun, Johnson bukan satu-satunya penyerang yang kesulitan. Mohammed Kudus juga baru mencatat dua gol di liga, sementara Mathys Tel, Xavi Simons, Randal Kolo Muani, dan Wilson Odobert secara kolektif hanya mencetak lima gol. Produktivitas lini depan yang minim ini menjadi alarm serius bagi Tottenham.
Gaya bermain Thomas Frank pun mulai menuai kritik. Pendekatan pragmatis dengan fokus defensif dinilai belum mampu mengoptimalkan potensi para penyerang, terutama saat menghadapi lawan yang bermain dengan blok pertahanan rendah.
Pendekatan ini sebelumnya sukses saat Frank menangani Brentford, namun efektivitasnya di Tottenham masih dipertanyakan.
Dari sudut pandang prediksi pertandingan ke depan, kondisi ini berpotensi memengaruhi performa Spurs.
Tanpa perubahan taktik atau peningkatan kualitas lini serang, Tottenham diperkirakan akan kesulitan mencetak gol dan rawan kehilangan poin, terutama saat menghadapi tim dengan pertahanan solid.
Manajemen klub juga berada di persimpangan jalan. Mempertahankan Frank berarti harus sepenuhnya percaya pada visinya, termasuk dalam menentukan rekrutan anyar.
Sebaliknya, mendatangkan pemain yang terlalu spesifik untuk sistem tertentu bisa menjadi risiko jangka panjang jika nantinya terjadi pergantian pelatih.
Dengan performa pemain baru seperti Simons dan Kudus yang belum optimal, penambahan penyerang saja belum tentu menjadi solusi instan.
Tanpa pembenahan sistem permainan, Tottenham berisiko melanjutkan tren inkonsisten, yang pada akhirnya akan berpengaruh pada hasil pertandingan mereka di paruh kedua musim.


















Discussion about this post