Suaranusantara.com – Pertarungan sesama klub Italia akan tersaji saat Bologna menjamu Roma pada leg pertama babak 16 besar Liga Europa di Stadion Renato Dall’Ara, Jumat, 13 Maret 2026, pukul 00.45 WIB.
Kedua tim berambisi menjadi wakil terakhir Italia yang bertahan di kompetisi ini, dengan tiket perempat final menghadapi Lille atau Aston Villa sebagai hadiah bagi pemenang duel tersebut.
Bologna datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah sukses melewati babak gugur Eropa pertama mereka dalam 26 tahun.
Klub asal Emilia-Romagna itu sebelumnya menyingkirkan SK Brann dengan kemenangan identik 1-0 di dua leg babak playoff.
Sejak kekalahan dari Aston Villa pada laga pembuka, Bologna tidak terkalahkan dalam sembilan pertandingan berikutnya di kompetisi Eropa musim ini.
Catatan tersebut menyamai rekor terbaik mereka sepanjang sejarah di pentas kontinental.
Jika mampu setidaknya meraih hasil imbang pada laga ini, Bologna akan melampaui rekor tak terkalahkan yang terakhir kali mereka catat pada tahun 1967.
Meski demikian, pelatih Vincenzo Italiano tentu berharap timnya mampu mengamankan keunggulan sebelum bertandang ke Roma pada leg kedua.
Pada fase liga, Bologna hanya finis di posisi ke-10 sehingga harus melalui babak playoff. Namun peluang mereka untuk meraih trofi musim ini masih terbuka.
Musim lalu, Rossoblu mencatat sejarah dengan menjuarai Coppa Italia setelah menunggu selama 51 tahun.
Sayangnya, perjalanan mereka musim ini sempat mengalami penurunan performa pada pertengahan musim dingin yang membuat mereka tersingkir dari kompetisi domestik tersebut.
Meski kini mulai bangkit dan kembali naik ke posisi kedelapan Serie A, Bologna masih tertinggal 12 poin dari Roma.
Karena itu, menjuarai Liga Europa bisa menjadi jalur realistis untuk kembali tampil di kompetisi Eropa musim depan.
Roma Datang dengan Motivasi Balas Kekalahan
Pada pertemuan pertama musim ini di Stadion Olimpico, Roma berhasil menang tipis 1-0 atas Bologna. Namun menariknya, kekalahan itu menjadi satu-satunya kekalahan Bologna dalam enam pertemuan terakhir kedua tim.
Menjelang laga ini, kedua tim sama-sama menelan kekalahan mengejutkan di liga. Bologna kalah 1-2 dari Hellas Verona, sementara Roma juga tumbang dengan skor yang sama saat menghadapi Genoa.
Kekalahan Roma dari Genoa terasa menyakitkan karena tim tersebut dilatih legenda klub mereka sendiri, Daniele De Rossi. Hasil tersebut juga menjadi pukulan bagi ambisi Giallorossi untuk bersaing di zona Liga Champions.
Sebelumnya Roma juga gagal mempertahankan keunggulan dua gol saat menghadapi Juventus. Rentetan hasil kurang memuaskan ini membuat mereka harus segera bangkit, apalagi mereka akan menghadapi Como di laga penting Serie A akhir pekan nanti.
Meski begitu, perjalanan Roma di Liga Europa musim ini tergolong cukup mulus. Mereka berhasil lolos langsung ke babak gugur setelah finis di posisi kedelapan fase liga, dengan satu poin dari laga terakhir melawan Panathinaikos memastikan tiket tersebut.
Roma sendiri pernah dua kali menjadi runner-up kompetisi ini, yakni pada 1991 dan 2023. Pengalaman di kompetisi Eropa juga menjadi modal penting bagi pelatih Gian Piero Gasperini yang pernah menjuarai Liga Europa bersama Atalanta kurang dari dua tahun lalu.
Menariknya, Roma selalu memenangkan leg pertama dalam enam pertandingan babak 16 besar Eropa terakhir mereka. Namun musim lalu mereka tetap tersingkir meski menang 2-1 atas Athletic Bilbao di leg pertama.
Kondisi Skuad Kedua Tim
Bologna mendapat kabar baik dengan pulihnya dua pemain bertahan, Torbjorn Heggem dan Juan Miranda, yang telah kembali berlatih penuh dan berpeluang masuk bangku cadangan.
Gelandang berpengalaman Remo Freuler juga bisa dimainkan setelah menjalani hukuman larangan tampil di kompetisi domestik.
Ia kemungkinan akan berduet dengan Nikola Moro, yang menjadi salah satu pemain paling kreatif di Liga Europa musim ini dengan catatan 21 peluang tercipta serta 142 umpan di sepertiga akhir lapangan.
Di lini depan, Santiago Castro dan Riccardo Orsolini menjadi pencetak gol terbanyak Bologna di Serie A dengan tujuh gol. Namun performa Orsolini menurun dalam beberapa pekan terakhir.
Beberapa pemain seperti Federico Bernardeschi, Nicolo Cambiaghi, Jonathan Rowe, dan Benjamin Dominguez berpeluang dimainkan di sektor sayap untuk mendukung Castro atau Thijs Dallinga sebagai penyerang utama.
Sementara itu Roma masih mengalami krisis di lini depan. Paulo Dybala masih absen akibat cedera lutut, Artem Dovbyk belum pulih dari cedera paha, dan Evan Ferguson dipastikan absen hingga akhir musim karena masalah pergelangan kaki.
Dalam kondisi tersebut, Donyell Malen diperkirakan menjadi ujung tombak serangan Roma.
Penyerang asal Belanda itu tampil impresif sejak bergabung dan kini sudah menyamai Matias Soule sebagai pencetak gol terbanyak Roma di liga dengan enam gol.
Ia bahkan baru saja terpilih sebagai pemain terbaik Serie A bulan ini.
Roma juga mendapat kembali Wesley setelah menjalani larangan satu pertandingan. Namun bek Italia Gianluca Mancini harus absen di leg pertama karena akumulasi kartu.
Perkiraan Susunan Pemain
- Bologna:
Skorupski, Zortea, Lucumi, Vitik, Mario, Ferguson, Freuler, Moro, Bernardeschi, Castro, Rowe - Roma:
Svilar, Ziolkowski, Ndicka, Ghilardi, Celik, Cristante, Kone, Wesley, Pisilli, Zaragoza, Malen
Prediksi Pertandingan
Roma memiliki pengalaman yang lebih matang di kompetisi Eropa dan berhasil memenangkan empat dari lima pertandingan terakhir mereka di ajang kontinental.
Faktor pengalaman pelatih Gasperini juga bisa menjadi keuntungan tersendiri.
Namun Bologna juga tidak bisa diremehkan. Sebelum kalah akhir pekan lalu, mereka sempat mencatat lima kemenangan beruntun di semua kompetisi.
Dengan kekuatan yang relatif seimbang dan Bologna yang ingin menjaga peluang sebelum leg kedua, laga ini berpotensi berlangsung ketat.
Prediksi Skor: Bologna 1-1 Roma


















Discussion about this post