
Jakarta-SuaraNusantara
Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Arief M. Eddie, membantah pernyataan Ketua LSM Merah Putih Tolikara, Wati Kogoya, yang menyebut pemicu kericuhan di Kemendagri karena pihaknya tak juga diterima pihak kementerian terkait masalah hasil Pilkada Tolikara. Wati mengatakan itu, saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Senin (16/10/2017) kemarin.
Menurut Arief, tak benar jika disebut pihak Kemendagri enggan bertemu. Bahkan Dirjen Otonomi Daerah dan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum sudah siap menerima perwakilan warga.
“Pernyataan itu tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya Pak Dirjen Otda dan Polpum jam 2 kurang sudah berada di ruangan rapat menunggu (mereka),” kata Arief, di kantor Kemendagri, beberapa saat lalu.
Tapi, lanjut Arief, setelah ditunggu selama 30 menit, tak ada perwakilan dari sekelompok warga Tolikara yang datang. Karena tak ada yang datang, selain itu sudah masuk waktu solat Ashar, kedua Dirjen memutuskan solat di lantai 5, gedung yang sama yang akan dipakai menerima perwakilan dari Tolikara.
“Setelah itu memimpin koordinasi jajarannya. Sekitar jam 3 sore ada info satu datang. Sehingga eselon 2 Polpum dan Otda turun dulu menyambut. Lalu masuk ruangan. Setelah dapat info tamu lengkap, Pak Dirjen menuju tempat rapat. Pada saat keluar lift, sudah ada yang teriak-teriak. Kemudian kericuhan terjadi,” tuturnya.
Bahkan kata Arief, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo sendiri sudah dua kali menerima perwakilan mereka. Kepada perwakilan yang datang, Mendagri menjelaskan keputusan MK yang sifatnya final dan mengikat terkait hasil Pilkada Tolikara. Juga dijelaskan, Mendagri tak punya kewenangan membatalkan itu. “Apalagi merubah hasil keputusan MK,” katanya.
Terkait persoalan pidana yang sekarang diproses di kepolisian, kata Arief itu sudah ranah dari aparat penegak hukum. Dan itu wewenang kepolisian. “Pengrusakan terhadap obyek vital negara dan berada pada ring satu istana, ada aturan hukumnya. Itu aset obyek vital di bawah tanggung jawab Polri,” ujar Arief.
Penulis: Askur

















