SuaraNusantara.com – Ketua Relawan Ganjar Pranowo Mania (GP Mania) Immanuel Ebenezer atau Noel menyambut baik teguran dari DPP PDI Perjuangan (PDIP) terhadap ‘Dewan Kolonel’ yang disebut mendukung Puan Maharani menjadi calon presiden (Capres). Bagi Noel, peristiwa itu adalah tanda bahwa partai mendukung Ganjar Pranowo sebagai Capres.
“Ini kemenangan Dewan Kopral, teguran keras menunjukkan bahwa dukungan DPP PDIP arahnya ke Mas Ganjar,” ucap Noel,” ucap Noel saat dihubungi, Sabtu (22/10/2022).
Dewan Kopral adalah kelompok yang dibuat Noel untuk tandingan Dewan Kolonel. Dirinya semakin yakin karena Ganjar tidak disanksi oleh DPP ketika mengucap siap menjadi Capres jika diusung partai, sebab pernyataan itu diucap saat diwawancarai salah satu tv swasta.
“Dengan Mas Ganjar declare diri tanggal 18, sikap DPP jelas, apa yang dilakukan tidak melanggar. Dewan Kolonel melanggar, kan jelas sinyalnya,” ucapnya.
Dia mengingatkan agar kelompok Dewan Kolonel tidak membuat gaduh internal partai. Tindakan gaduh atau menggembosi internal bisa merugikan PDIP dan Ganjar jika nanti resmi diusung.
“Kita lihat dewan kolonel jangan membuat manuver yang akan menggembosi Mas Ganjar karena akan berdampak elektabilitas ke partai dan kurangi solidaritas internal partai,” katanya.
Dia mencontohkan kejadian saat PDIP mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) jadi calon gubernur (Cagub) pada Pilgub DKI 2017. Saat itu ada beberapa elit PDIP DKI yang tidak setuju dan disebut mengganggu.
“Seperti zaman Ahok, di mana beberapa elit di PDIP DKI menuvernya rugikan Ahok, akhirnya dampaknya Ahok kalah,” katanya.
Sebelumnya diberitakan PDIP memberikan peringatan keras kepada ‘Dewan Kolonel’ yang berisi para Loyalis Puan Maharani di Fraksi DPR RI. PDIP menegaskan kalau pembentukan Dewan Kolonel itu tidak ada dalam AD/ART partai. Surat peringatan keras DPP PDIP ke ‘Dewan Kolonel’ tertanggal 5 Oktober 2022. Perihal dalam surat itu tertulis ‘PERINGATAN KERAS DAN TERAKHIR’. Surat itu ditandatangani oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP Komarudin Watubun.


















Discussion about this post