Suaranusantara.com – Nama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kerap disebut sebagai salah seorang kandidat calon presiden.
Bahkan, elektabilitasnya melebihi Puan Maharani yang juga putri Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.
Menurut pandangan Ketua Umum Gerakan Bhinneka Nasionalis (GBN), Erros Djarot, elektabilitas Puan yang masih kecil membuat peluang Ketua DPR RI itu tipis menjadi salah seorang calon presiden.
Sementara itu kader PDI Perjuangan lainnya yakni Ganjar Pranowo, elektabilitasnya saat ini sedang meroket.
Belakangan, berkembang isu yang menyebutkan jika Ganjar Pranowo ‘dijegal’ untuk maju sebagai Capres. Namun demikian, Erros Djarot punya pandangan berbeda.
“Saya kok melihatnya beda, (Ganjar) betul dijegal atau justru dinaikkan elektabilitasnya? Seolah-olah memotong,” ujarnya saat berbincang dengan Dewan Pakar GBN sekaligus wartawan senior Bambang Harrymurti di kanal YouTube GBNTV, dilihat Sabtu 29 Oktober 2022.
Erros mengaku, sempat bertanya kepada orang yang mendampingi Puan terkait menjegal Ganjar atau justru menaikkan elektabilitas Ganjar.
“Sebetulnya kalau tidak diinginkan, kenapa kok dipertajam gitu ya sehingga elektabilitasnya terus meningkat,” kata dia.
Kata Erros, cara seperti itu justru tidak disukai masyarakat Indonesia.Contohnya SBY, yang ‘dikuyo-kuyo’ sebelum dicalonkan jadi presiden.
Erros menganalogikan, masyarakat Indonesia menyukai film India, melodrama dan siapapun yang dizalimi justru akan meraih simpati.
“Sayangnya, Puan tidak begitu. Dia betul-betul ingin mendudukkan dirinya ke level yang tadi (Capres). Sebetulnya kasihan sama Puan, kalau berpandangan jernih seharusnya Puan memberikan kesempatan bagi Ganjar demi kepentingan partainya, dirinya sendiri dan bangsanya,” tutur Erros.
Erros juga menilai, Pemanggilan Ganjar oleh Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP PDI Perjuangan Komarudin Watubun justru mendiskreditkan Puan.
Pasalnya, hal yang sama yang dilalukan Puan di gedung DPR dimana ada teriakan Puan Presiden justru tak diminta klarifikasi.
“Hal seperti ini merugikan Puan sendiri. Kok jahil amat sih kenapa Ganjar pakai diklarifikasi. Orang menilai, Ganjar aja diklarifikasi Puan ndak. Kasian Puannya,” ujar Erros.
Saat ini, kata dia, masyarakat ketika ditanya siapa yang paling pas maju sebagai calon presiden mewakili PDI Perjuangan hanya satu nama yang muncul.
“Kan hanya ada satu nama, Ganjar. Mbak Mega nggak buta mata dan telinganya pasti dia dengar,” tandas Erros.(ADT)


















Discussion about this post