SuaraNusantara.com – Bacapres PDI Perjuangan (PDIP), Ganjar Pranowo, mengekspresikan keprihatinan terhadap kondisi politik pasca-putusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) yang mencopot Anwar Usman dari jabatan Ketua MK. Dalam rekaman video di Instagram pada Sabtu, 11 November 2023, Ganjar mengajukan pertanyaan kritis terkait transparansi dan akuntabilitas putusan tersebut.
“Saya tercenung memantau perkembangan akhir-akhir ini tentang kondisi politik setelah putusan MKMK. Saya mencoba diam sejenak, saya merenungkan bangsa ini ke depan,” ujar Ganjar.
Ganjar mempertanyakan mengapa putusan hasil protes dengan pelanggaran etik berat dapat disetujui tanpa pertanggungjawaban yang jelas. Kritiknya menyoroti kompleksitas hukum dan etika dalam ranah politik.
Baca Juga:Â Andreas Hugo Pareira: Kritik PDIP Terhadap Jokowi Pengaruhi Suara Ganjar-Mahfud
“Dari situ saya semakin gelisah dan terusik mengapa sebuah keputusan dari sebuah protes dengan pelanggaran etik berat dapat begitu saja lolos, apa ada pertanggungjawabannya kepada negara,” tambahnya.
Politisi tersebut juga merinci ketidakpuasannya terhadap cara putusan tersebut masih dijadikan landasan hukum, menyebutnya sebagai “cahaya yang menyilaukan dan menyakitkan mata.” Ganjar menegaskan pertanyaan mengapa masalah etik menjadi dasar hukum yang diandalkan dalam sistem bernegara.
“Mengapa keputusan dengan masalah etik, di mana etik menjadi landasan dari hukum, masih dijadikan rujukan dalam kita bernegara. Mengapa hukum tampak begitu menyilaukan dan menyakitkan mata sehingga kita rakyat sulit sekali memahami cahayanya,” ungkapnya.
Ganjar, yang menyatakan dirinya sebagai wakil rakyat yang gelisah terhadap demokrasi dan keadilan yang sedang terancam, mengapresiasi sanksi yang diberikan oleh MKMK. Baginya, langkah tersebut menjadi bukti bahwa lembaga tertinggi konstitusi masih memegang teguh prinsip demokrasi.
Baca Juga:Â MUI Keluarkan Fatwa Baru: Dukung Palestina, Haramkan Produk Israel
“Saya berbicara sebagai bagian dari warga, sebagai bagian dari rakyat yang ikut gelisah melihat demokrasi dan keadilan yang sedang mau dihancurkan. Majelis kehormatan MK menyampaikan keputusannya, Majelis Kehormatan MK telah membuktikan bahwa lembaga tertinggi konstitusi republik ini masih menjunjung tinggi ruh demokrasi,” jelasnya.
Ganjar juga menyerukan tanggung jawab generasi saat ini terhadap sejarah dan keberlanjutan nilai-nilai luhur bangsa. Ia menegaskan pentingnya memastikan bahwa sejarah Indonesia saat ini bersinar terang.
“Kita generasi yang ada saat ini punya tanggung jawab sejarah, apakah kita akan mengorbankan sejarah panjang Indonesia ke depan? Jawaban saya tidak, kita akan memastikan sejarah yang terang, kita pastikan demokrasi dan keadilan sampai selamanya. Diam bukan sebuah pilihan, mimpi yang diimpikan sendirian hanya akan menjadi mimpi, mimpi yang diimpikan bersama adalah kenyataan,” tandasnya. (Alief)


















Discussion about this post