SuaraNusantara.com-Ketua PSI, Kaesang Pangarep, dengan tegas membela pemerintahan ayahnya, Presiden Joko Widodo, dari tuduhan sebagai neo orde baru. Kaesang menyatakan bahwa saat ini, pemerintahan Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin berbeda dengan masa Orde Baru.
“Saya katakan, di media sosial, apakah menghina Pak Presiden bisa ditoleransi?” tanya Kaesang, menanggapi kritik terhadap pemerintahan Jokowi.
Meskipun demikian, Kaesang menegaskan bahwa di era Jokowi-Ma’ruf, tidak ada tindakan represif seperti pada masa Orde Baru, kecuali jika ada penghinaan yang berlebihan.
Baca Juga:Â Firli Ditetapkan Tersangka, Kaesang: Harusnya Jaga Integritas KPK
“Oke, akan ditangkap jika menghina terlalu jauh, tetapi apakah ada tindakan represif atau penangkapan seperti itu? Apakah itu benar-benar terjadi?” tanya Kaesang.
Sebelumnya, Megawati mengkritik pemerintahan saat ini, menyebutnya bertindak seperti penguasa zaman Orde Baru. Presiden Joko Widodo enggan memberikan tanggapan terhadap kritik tersebut.
Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo atau FX Rudy, mengungkapkan keprihatinannya terhadap pemerintahan saat ini, menyebutnya sebagai “Neo Orde Baru Plus”. Ia bahkan menyatakan bahwa intimidasi yang terjadi sekarang lebih terang-terangan daripada masa Orde Baru.
Baca Juga:Â FX Hadi Beberkan Status Jokowi di PDIP
“Kalau Pak Harto masih baik-baik saja cara mengancamnya, tidak seperti sekarang. Intimidasi ya nggak terang-terangan kayak begini,” ujar FX Rudy.
Meskipun memberikan kritik, FX Rudy memastikan bahwa Presiden Joko Widodo masih menjadi kader PDIP. Partai menugaskan Jokowi untuk menjadi presiden, dengan tujuan berjuang untuk kesejahteraan rakyat.
“Bahwa dia ditugasi partai untuk menjadi Presiden, berjuang untuk kesejahteraan rakyat,” kata FX Rudy. “Masih kader PDI Perjuangan dong, wong dia pernah jadi pengurus DPD,” tambahnya.


















Discussion about this post