SuaraNusantara.com-Rocky Gerung mengusulkan agar PDIP mengambil contoh dari BEM UGM dengan memberikan predikat Jokowi sebagai kader paling memalukan.
Saran tersebut dia kemukakan dalam tanggapannya terhadap pernyataan Todung Mulya Lubis mengenai pelanggaran dan kecurangan dalam Pemilu. Todung Mulya Lubis, Deputi Bidang Hukum Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud Md, menyoroti berbagai pelanggaran dalam Pilpres 2024 yang dianggapnya lebih parah daripada Pemilu 1999.
“Hampir tidak ada pelanggaran, tidak ada manipulasi dalam Pemilu 1999. Itu Pemilu pertama setelah Orde Baru,” ujar Todung Mulya Lubis.
Baca Juga:Â Rocky Gerung Nyatakan Status Tersangka di Hadapan Ganjar Pranowo
Rocky Gerung menanggapi dengan menyatakan bahwa Jokowi juga ikut terlibat dalam kecurangan tersebut sebagai bagian dari proses pemilu.
“Selama kepemimpinan Jokowi, ketidakjujuran Pemilu itu berlangsung terus. Sekarang juga sama. Karena apa, ya karena ini kan efek rezimentasi yang dibuat oleh Jokowi. Dan keinginan Jokowi untuk meneruskan kekuasaan itu pasti pemilu tidak jujur,” ungkap Rocky Gerung.
Dia menambahkan bahwa penghalangan terhadap Prabowo pada tahun 2019 juga dianggapnya sebagai tindakan tidak jujur yang dilakukan oleh Jokowi.
Baca Juga:Â Intel Polisi Hadiri Acara PDIP di Palu, Todang Mulya Lubis: Beberapa Anggota Berada di Dalam Ruangan
Rocky Gerung menyarankan bahwa jika narasi kecurangan pemilu berasal dari Todung, sebagai anggota PDIP, Todung harus memberi tahu Megawati tentang tindakan yang harus diambil oleh partai terhadap Jokowi.
“Kalau PDIP Perjuangan menganggap ini curang melalui mulutnya Todung, Todung harus bilang kepada Megawati, kita batalkan Pemilu ini atau kita ganggu dong supaya tidak curang.”
Dia menambahkan, “Gimana caranya? ya siapa yang membuat ini curang? ya Jokowi, Jokowi siapa? masih memegang kartu PDIP. Gimana caranya biar dia nggak curang? ya pecat dia dari PDIP. Supaya dia tahu jika dia tak punya hak lagi meminta legitimasi dari partai,” ujar Rocky.
Lebih jauh, Rocky Gerung memberikan saran kepada PDIP untuk melakukan tindakan serupa dengan BEM UGM dengan memasang baliho besar dengan narasi “Joko Widodo kader PDIP paling memalukan.”
“Ya seharusnya PDIP itu ikuti saja apa yang dilakukan BEM UGM, di depan kantor PDIP, pasang baliho gede-gede dan tulis, Joko Widodo kader PDIP paling memalukan,” kata Rocky Gerung.


















Discussion about this post