SuaraNusantara.com–Sumenep, Jawa Timur – Calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan meyakini massa yang datang pada deklarasi ulama mendukung Anies-Muhaimin Iskandar (AMIN) di Sumenep, Jawa Timur tanpa bayaran. Mereka, kata Anies, datang untuk semangat perubahan.
Dalam orasinya di Gedung Adi Poday, Sumenep, Jawa Timur, Rabu (31/1/2024), Anies bertanya kepada massa yang hadir apakah ada yang datang karena bayaran. Massa pun menjawab tidak.
“Mana, ayo tangannya mana? Ada yang datang karena bayaran? Yang datang ini, tuh ibu-ibu bilang ‘sorry ye’. Tidak ada yang datang karena bayaran, yang datang ke sini semua membawa harapan, betul? Menginginkan perubahan bukan menginginkan bayaran. Betul tidak?” kata Anies.
Baca Juga: Mahfud MD Mengundurkan Diri dari Menko Polhukam
Anies menilai massa yang datang pada kampanyenya itu tidak diperjualbelikan. Dia kemudian menyinggung prinsip yang dipegang teguh oleh orang Madura.
“Kenapa? Karena di sini orang-orang yang harga dirinya tidak diperjualbelikan, betul tidak? Dan orang Madura terkenal dengan orang-orang yang prinsipnya dipegang teguh, berani menghadapi tantangan, tidak mudah menyerah, selalu sanggup menghadapi tantangan apapun juga, betul tidak?” jelasnya.
Anies menilai orang Madura terkenal dengan orang yang terus terang. Menurutnya orang Madura juga tangguh dan ulet.
“Dan ciri orang Madura apa? Terus terang, betul tidak? Karena itu lah orang Madura tangguh, ulet, di seluruh Indonesia selalu ada, di Jakarta saya ketemu banyak sekali masyarakat Madura selalu masyarakat yang tangguh, ulet, berani,” tutur dia.
Baca Juga: Anies Baswedan: Presiden Harus Netral di Pemilu
Anies kemudian bertanya apakah massa yang hadir akan berubah pilihan jika diberi bansos. Massa pun kompak menjawab tidak.
“Insyaallah di Sumenep juga menjadi penanda bahwa kalian tidak bisa diperjualbelikan. Jadi nanti kalau ada yang datang bawa bansos, ganti pilihan atau tidak?” tanya Anies.
“Tidak,” jawab hadirin.
“Kalau ada yang datang bawa uang ganti pilihan atau tidak?” tanya Anies kepada hadirin.
“Tidak,” jawab peserta.
Anies kemudian mengajak peserta kampanye untuk memilih paslon nomor urut 1 Anies-Muhaimin.
“Pilihnya nomor? Satu. Angkat tangannya, nomor? Satu. Yakin? Yakin,” kata Anies yang dijawab oleh peserta deklarasi.


















Discussion about this post