Suaranusantara.com – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di gelar oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk mengurangi curah hujan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada 4 hingga 8 Maret 2025.
Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir, yang kerap melanda kawasan tersebut.
“Saat ini kita mulai dari tanggal 4 sampai 8 Maret mengingat prediksi curah hujan masih cukup tinggi,” ujar Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam keterangan tertulis, Selasa (4/3).
Bagaimana Cara Modifikasi Cuaca Bekerja?
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), yang juga dikenal sebagai Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), pertama kali diperkenalkan pada tahun 1977 dan lebih dikenal dengan istilah hujan buatan.
Konsep ini muncul ketika Presiden Soeharto melihat kemajuan sektor pertanian di Thailand, yang ternyata terbantu oleh suplai air hasil modifikasi cuaca.
Menurut Budi Harsoyo, peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dalam satu dekade terakhir, frekuensi bencana hidrometeorologi di Indonesia semakin meningkat.
Hal ini mencakup banjir, longsor, serta kebakaran hutan dan lahan. Akibatnya, teknologi modifikasi cuaca semakin berkembang untuk menanggulangi dampak bencana tersebut.
Tujuan dan Penerapan Modifikasi Cuaca
Seiring waktu, permintaan akan TMC semakin luas, terutama untuk berbagai keperluan, seperti:
Pengurangan risiko banjir dengan menurunkan hujan di wilayah yang lebih aman.
Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan melalui pembasahan lahan gambut.
Pengamanan infrastruktur dan acara kenegaraan, seperti perhelatan internasional.
Pada dasarnya, OMC dilakukan dengan menjatuhkan hujan lebih awal dari yang seharusnya. Teknik ini dilakukan dengan cara menaburkan bahan tertentu, seperti garam (NaCl), ke dalam awan yang memiliki potensi hujan.
Proses ini akan merangsang pembentukan tetesan air yang lebih besar sehingga hujan turun lebih cepat di lokasi yang telah ditentukan.
Dalam konteks mitigasi banjir di Jabodetabek, metode ini dilakukan dengan mengarahkan hujan agar turun di luar wilayah yang berisiko banjir, sehingga dapat mengurangi curah hujan di area perkotaan.
Harapan dari Operasi Modifikasi Cuaca
BNPB berharap operasi ini bisa mengurangi dampak banjir di Jabodetabek serta membantu masyarakat yang terdampak cuaca ekstrem.
Dengan terus berkembangnya teknologi modifikasi cuaca, langkah ini diharapkan semakin efektif dalam mengatasi berbagai bencana hidrometeorologi yang kerap melanda Indonesia.***


















Discussion about this post