Suaranusantara.com- Tidak banyak produsen yang berani mengganti fondasi performa secara drastis. Namun Samsung memilih jalur berbeda dengan memperkenalkan Exynos 1480 di Galaxy A37.
Keputusan ini menuai pujian sekaligus pertanyaan. Apakah ini langkah cerdas menuju kemandirian chip? Atau justru risiko yang bisa berdampak pada pengalaman pengguna nantinya?
Salah satu hal paling mencolok dari entri benchmark tersebut adalah penggunaan chipset Exynos 1480. Pergeseran ini cukup mengejutkan mengingat Galaxy A36 masih menggunakan Snapdragon 6 Gen 3. Dalam pengujian, Galaxy A37 berhasil mencatatkan skor single-core 1.158 dan multi-core 3.401, melampaui performa A36 sekitar 14–17 persen.
Lonjakan ini mengisyaratkan bahwa Exynos 1480 kemungkinan dibangun menggunakan proses fabrikasi modern 4nm atau 5nm dengan konfigurasi CPU octa-core berbasis Cortex-A78 dan Cortex-A55, serta GPU Mali generasi terbaru.
Tidak hanya dari sisi chipset, Galaxy A37 terdeteksi menggunakan Android 16 yang belum dirilis secara resmi hingga akhir 2025. Keputusan ini menunjukkan bahwa Samsung menyiapkan perangkatnya untuk agenda pembaruan sistem jangka panjang hingga 4–5 tahun ke depan sesuai komitmen One UI generasi berikutnya.
Meski unit pengujian hanya menggunakan RAM 6 GB, varian lebih tinggi—mungkin 8 GB—diprediksi akan hadir saat peluncuran resmi, seperti pola Samsung sebelumnya.
Sampai saat ini, spesifikasi lengkap Galaxy A37 masih belum terkuak. Namun jika mengikuti strategi peningkatan tahunan, perangkat ini kemungkinan mempertahankan desain, layar AMOLED 120 Hz, dan kapasitas baterai 5.000 mAh dari pendahulunya, dengan kemungkinan peningkatan pada sensor kamera utama dan efisiensi daya. Integrasi modem 5G langsung pada chipset Exynos turut berpotensi menghadirkan konsumsi daya yang lebih hemat.
Keputusan Samsung kembali memakai Exynos untuk kelas menengah diperkirakan didorong oleh tiga hal utama: penguatan kontrol rantai pasok komponen, efisiensi biaya produksi melalui divisi manufaktur chip internal, serta peningkatan kesesuaian antara software One UI dan arsitektur chipset.
Namun ada catatan penting—pengguna masih menunggu pembuktian soal efisiensi termal dan stabilitas baterai, mengingat beberapa generasi Exynos sebelumnya menuai kritik di sektor tersebut.
Jika mengacu pada jadwal perilisan seri Galaxy A selama ini, perangkat diperkirakan diperkenalkan antara Februari dan April 2026. Dengan peningkatan performa yang cukup signifikan serta membawa sistem operasi terbaru, Galaxy A37 berpotensi menjadi salah satu kandidat terkuat di kelasnya.
Namun keberhasilan nyata tetap akan bergantung pada hasil pengujian langsung setelah peluncuran dan seberapa baik Samsung mengoptimalkan chipset barunya.


















Discussion about this post