Suaranusantara.com- Alih-alih langsung berproduksi, raksasa teknologi asal Tiongkok ini dilaporkan tengah menguji tiga opsi sensor kamera telefoto periscope beresolusi 200MP dengan ukuran berbeda.
Informasi dari Digital Chat Station menyebutkan bahwa keputusan final mengenai sensor yang akan diproduksi massal masih belum ditentukan hingga pertengahan Juli 2026.
Pencarian sensor kamera terbaik untuk Vivo X500 Ultra mengerucut pada tiga pilihan ukuran sensor 200MP: opsi masif 1/1.12 inci, opsi seimbang 1/1.3 inci, dan opsi 1/1.4 inci yang setara dengan kompetitornya, Xiaomi 17 Ultra.
Vivo kini harus memilih arah pengembangan ponsel flagship mereka, antara mengejar ambisi performa zoom maksimal atau mempertahankan kepraktisan dan keanggunan bodi smartphone.
Kemampuan menangkap cahaya yang jauh lebih melimpah. Sensor ini menjamin kualitas foto jarak jauh yang sangat tajam dan performa low-light pada kemampuan zoom tinggi (seperti 5x hingga 10x) yang siap menumbangkan para kompetitornya. Ukuran sensor yang masif menuntut modul kamera belakang yang lebih tebal dan menonjol, sehingga estetika bodi ponsel menjadi kurang ramping. Selain itu, opsi ini dipastikan mendongkrak biaya produksi secara signifikan.
Ambisi Vivo untuk melampaui Xiaomi 17 Ultra mulai mengerucut pada satu keputusan krusial: memilih sensor 200MP yang tepat untuk Vivo X500 Ultra. Dengan tiga opsi sensor yang kini sedang diuji, Vivo harus memilih antara mempertahankan estetika bodi tipis, mengejar performa sensor raksasa, atau sekadar bermain aman dengan teknologi yang sudah terbukti.
Langkah ini diambil demi mematangkan integrasi satu dari tiga kandidat sensor 200MP yang saat ini sedang diuji. Alih-alih mengejar jarak optical zoom yang ekstrem dengan dua lensa terpisah, Vivo tampaknya lebih memilih fokus memaksimalkan kualitas gambar dan kemampuan pemrosesan AI pada satu sensor telefoto berspesifikasi tinggi untuk menyaingi kompetitor utamanya.
Kamera akan memanfaatkan resolusi penuh 200MP untuk melakukan pemotongan gambar (cropping) digital secara presisi tanpa memangkas detail foto. Lewat metode cropping tersebut, ponsel mampu menghasilkan kualitas pembesaran gambar yang setara dengan zoom optik hingga 10x tanpa memerlukan tambahan lensa sekunder. Penggunaan sistem ini otomatis memangkas kompleksitas komponen mekanis pada modul kamera, sekaligus meminimalisir risiko kerusakan atau kegagalan hardware.
Seri Vivo X500, X500 Pro, dan X500 Pro Max dijadwalkan meluncur tepat waktu pada September 2026. Vivo X500 Ultra baru akan siap menyapa pasar pada Kuartal I atau Kuartal II (Q1–Q2) 2027.
Begitu dirilis, varian Ultra ini akan langsung melakukan debut simultan di pasar Tiongkok dan global, tanpa status eksklusif wilayah.
keputusan akhir yang diambil Vivo, langkah ini dipastikan bakal membentuk kiblat dan narasi persaingan kamera ponsel flagship selama 2 hingga 3 tahun ke depan. Kini, industri teknologi global tengah mengawasi ketat keputusan final dari raksasa teknologi ini.












Discussion about this post