Suaranusantara.com- Harga Bitcoin mencatat lonjakan yang signifikan dalam sehari terakhir, mencapai puncak baru sekitar 64.037 dolar AS per kepingnya pada 29 Februari 2024.
Ini merupakan harga tertinggi dalam hampir 2,5 tahun, menandai kembalinya momentum bullish setelah periode bearish yang panjang.
Lonjakan ini didukung oleh beberapa faktor, termasuk sentimen positif terhadap Exchange-Traded Funds (ETF) Bitcoin spot yang disetujui oleh Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) AS.
ETF ini menjadi magnet bagi investor, dengan sembilan dari mereka berhasil mengumpulkan total 300.000 Bitcoin senilai 17 miliar dolar AS sejak debutnya pada Januari 2024.
Sementara itu, antusiasme juga terpancar dari antisipasi “halving day” yang akan terjadi pada April 2024. Halving day, yang terjadi setiap empat tahun sekali, memotong setengah imbalan bagi penambang baru dalam blockchain Bitcoin, secara historis telah menyebabkan lonjakan harga Bitcoin.
Dengan kembali ke optimisme pasar dan permintaan yang kuat, para analis memperkirakan Bitcoin bisa mencapai rekor baru sekitar 88.000 dolar AS pada tahun 2024, sebelum kemudian menetap di angka sekitar 77.000 dolar AS pada akhir tahun.


















Discussion about this post