
Pamekasan-SuaraNusantara
Politikus Partai Gerindra Pamekasan, Jawa Timur, yang juga Bakal Calon Bupati dari partai itu, Agus Sujarwadi, menggagas program bantuan beasiswa bagi santri penghafal Al Quran hingga studi tingkat doktoral. Langkah itu sebagai bentuk apresiasi terhadap penghapal Al-Quran.
“Program ini akan kami lakukan apabila saya terpilih sebagai Bupati Pamekasan pada pilkada 28 Juni 2018 nanti,” katanya kepada SuaraNusantara di Pamekasan, Selasa (11/7/2017).
Dia menjelaskan, program perioritas itu akan dilakukan apabila yang bersangkutan terpilih sebagai Bupati Pamekasan tahun depan.
Menurut Agus, sebagai sebuah kabupaten yang kental dengan nilai-nilai Islami, sudah seharusnya komitmen untuk mencetak intelektual muda berbasis pendidikan agama yang kuat, juga harus dilakukan pemerintah daerah.
Salah satunya memberikan penghargaan kepada masyarakat Pamekasan berupa bantuan beasiswa hingga jenjang pendidikan yang paling tinggi, yakni Strata 3 (S3).
“Tidak ada ruginya apabila pemkab mengalokasikan anggaran untuk menyekolahkan para santri penghafal Al Quran di Pamekasan hingga ke jenjang pendidikan yang paling tinggi,” ujar Agus.
Hanya saja, santri penghafal Al Quran yang diberi beasiswa oleh pemkab melalui dana APBD itu, juga harus bertanggung jawab dengan beasiswa yang diterimanya.
“(Santri bersangkutan) harus kembali ke Pamekasan dan ikut membantu memajukan pembangunan di Pamekasan, sesuai bidang keilmuannya masing-masing,” katanya.
Jika alokasi anggaran pemkab tidak cukup, politikus muda itu berpendapatkan perlu diambil dari dana lembaga “baitul mal”, yakni lembaga keuangan yang sebagian besar pendapatannya merupakan sumbangan dari para rekanan pelaksana proyek.
“Dana ‘baitul mal’ yang hendak saya buat apabila saya terpilih menjadi bupati itu, merupakan dana ‘fee proyek’ dari rekanan. Selama ini fee proyek itu kan masuk ke pribadi pejabat. Kalau saya jadi bupati, harus disumbangkan ke ‘baitul mal’, bukan pada pribadi lagi,” ujar Agus Sujarwadi.
Selain itu, Agus berpendapat, kerja sama antara pemerintah dengan lembaga pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan yang fokus pada pendalaman pemahaman keagamaan mutlak dibutuhkan, sehingga terjadi kesinambungan pengembangan pendidikan yang dikelola dan dibiayai oleh negara dengan pendidikan swasta.
Pengelolaan zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pamekasan sebagian di antaranya juga perlu dialokasikan untuk investasi masa depan umat yang berkualitas dan lebih baik, yakni berupa beasiswa untuk pendidikan tinggi.
Penulis: Has

















