
Kabupaten Tangerang – Tindak kejahatan hipnotis dijalanan kembali terjadi, di sekitar Kecamatan Mauk.
Kali ini korbannya dua orang anak dibawah umur berinisial FF (13) dan SA (15), di Jalan Raya Mauk Km 16, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Minggu (08/04/2018) sore.
Kejadian tersebut bermula saat kedua korban pulang sehabis belanja sembako di Jati Amigos, Desa Buaran Jati, Kecamatan Sukadiri. Saat itu korban diikuti seorang laki-laki mengendari motor Suzuki FU warna hitam tanpa nomor Polisi (Nopol) dibelakangnya.
Menurut keterangan salah satu korban SA (15) yang mengemudi motor honda beat A 3910 ZJ warna merah putih, saat ia bersama FF (13) sedang jalan pulang berboncengan, tiba-tiba ditengah jalan dihampiri satu orang laki-laki beriringan sambil berbicara dan mengajak kesuatu tempat yang jauh dari kediamannya.
“Saya berdua diajak ketempat yang cukup jauh dari rumah, setelah itu teman saya FF ditinggal sendiri bersama motor yang saya bawa, kemudian saya dibonceng dengan laki-laki tersebut diajak kesebuah tempat dan ditinggal sendirian,” ucapnya
Oma orang tua dari korban SA, mengaku dirinya mulai curiga ketika anaknya yang disuruh membeli sembako bersama temannya tidak kunjung kembali, saat ia akan pergi mencari, tiba-tiba anaknya pulang jalan kaki sendiri tanpa mengendarai sepeda motor miliknya.
“Kaget banget lihat anak saya pulang sendirian jalan kaki, begitu saya tanya dia bilang motornya dibawa kabur sama dua orang ga dikenal,” ucapnya
Tidak lama setelah menanyakan putranya tentang keberadaan SA, ia pun langsung mencari ketempat lain bersama orang tua laki-laki SA, tidak lama kemudian, ia melihat SA sedang berjalan sendirian tanpa membawa apa-apa.
“Setelah saya muter-muter nyari teman anak saya, akhirnya saya melihat dia sedang jalan kaki sendirian, begitu saya tanya katanya habis di ajak sama orang yang ngaku teman bapaknya, terus dia ditinggal sendirian didaerah Gintung,” ujarnya.
Kemudian ia pun bersama orang tua dari teman anaknya berangkat ke Mapolsek Mauk, untuk mendampingi putrannya melaporkan kejadian tersebut, agar motornya cepat kembali dan pelakunya tertangkap.
“Jika sudah laporan ke Polisi kan enak, biar ketahuan orang yang bawa kabur motor saya, mudah-mudahan motor saya diketemukan, dan semoga pelakunya kena tangkep di mana pun dia berada,” tandasnya. (Igor/Nji)
















