
Lahir dari keluarga sederhana, takdir membawanya mengikuti jejak sang ayah yang juga seorang prajurit TNI AL. Itulah Kolonel (P) Ivan Gatot Prijanto, SE, yang saat ini menjabat sebagai Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Nias.
Perjalanan karir pria kelahiran Surabaya, 10 Februari 1972 yang sudah dikaruniai dua anak ini terbilang dinamis. Setelah lulus dari Akademi Militer di tahun 1993, Kolonel Ivan yang saat itu masih berpangkat Letnan Dua (P) langsung mendapat perintah untuk menjadi Perwira Navigasi di Kapal Republik Indonesia (KRI) Teluk Salok 510 yang berjenis kapal LSD.
Baru menjalani tugas selama 5 bulan di KRI Teluk Salok 510, dia mendapat amanat untuk menjadi Ajudan Pangkalim Lamil (Adese) selama 6 bulan. Lalu menjadi Perwira Operasi pada kapal KRI Ciguda 863 (Kapal Satrol) yang bertugas di kawasan Jakarta dan Kepulauan Riau (Kepri) dengan rentang waktu tugas cukup lama hingga akhirnya dipercaya mengemban tugas sebagai Perwira Pelaksana (Palaksa).
“Kemudian saya melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi di Kelapa I dan selesai tahun 1999 dengan pangkat Kapten. Lalu saya ditempatkan di KRI Teluk Cirebon sebagai Kepala Departemen Operasi (Kade OPS) hingga menjadi Palaksa. Dari KRI Cirebon lantas menjadi Komandan KRI Sibarauk 848 selama 2 tahun,” katanya.
Berbagai pengalaman dalam menjaga kedaulatan NKRI di lautan pernah dia alami, di antaranya ketika berhadapan dengan Angkatan Laut Cina di Natuna (wilayah perbatasan Laut Cina dan Indonesia) saat menjadi Komandan KRI Sita Papare 386. Saat itu kepal perang Cina dengan kapal ikannya telah memasuki wilayah laut NKRI. Berbekal kegigihan dan lobi yang baik, akhirnya Angkatan Laut Cina mau menuruti peringatan untuk keluar dari wilayah laut kita.
Pada tahun 2010 hingga 2011 saat menjadi Kepala Seksi Operasi di Puskodal Mabes AL, Kolonel Ivan pernah mendapat penghargaan atas keberhasilannya memasang video conference dari berbagai kapal dan lanal yang langsung berhubungan dengan Mabes TNI AL.
“Pada tahun itu saya mendapat penghargaan karena berhasil memasang video conference dengan Mabes TNI AL, sehingga melalui video tersebut, Kepala Staf Angkatan Laut bisa langsung berbicara dengan awak kapal secara real time,” jelasnya.
Dari hasil kerjanya tersebut, Kolonel Ivan dipromosikan menjadi Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Sibolga pada 2011-2014. Berhubung wilayah kerja Lanal Sibolga meliputi perairan Nias, maka dia pun bertemu dengan kelima pimpinan daerah di sana.
Pertemuan berujung positif, terutama dari Bupati Nias Utara saat itu, Edward Zega, yang memintanya untuk mendirikan sebuah Pangkalan TNI Angkatan Laut. “Dari penyampaian Pak Zega, kita merespon pembentukan lanal di Kepulauan Nias. Kita meminta Pak Zega untuk menyediakan lahan seluas 5 hektar yang segera disanggupinya. Tetapi ketika kita survei, ternyata kondisi tanahnya labil sehingga tidak memungkinkan (untuk didirikan lanal),” tuturnya.
Selang berjalannya waktu, Idealisman Dachi yang ketika itu masih menjabat sebagai Bupati Nias Selatan, menawarkan wilayah Telukdalam sebagai lokasi pendirian lanal. Setelah survei dilakukan, ternyata hasilnya lahan bisa dijadikan lanal. Pemerintah Kabupaten Nias Selatan bahkan menghibahkan beberapa kantor dinas untuk dijadikan sebagai kantor lanal.
“Saya bertemu Pak Idealisman Dachi dan beliau berkata, ‘Pak di sini hanya ada dua orang anggota pos. Diikat saja sudah selesai.’ Di situ saya tertawa dan beliau menawarkan bagaimana kalau Bapak bentuk lanal di sini. Dan respon itu saya sambut positif,” kenangnya.
Namun pembentukan Lanal Nias di Telukdalam sempat mendapat tantangan dan rintangan terutama dari Ketua DPRD saat itu yang menyurati Mabes TNI AL agar pembentukan Lanal Nias tidak dilakukan. Namun atas kerja keras Kolonel Ivan dan Pemerintah Kabupaten Nias Selatan, Lanal Nias pun akhirnya terbentuk dan diresmikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) saat itu. Laksamana TNI Dr. Marsetio, M.M pada bulan November 2014.
Kini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kepulauan Nias karena Lanal Nias sebelumnya tidak masuk daftar great (terbaiknya) TNI AL. Namun seiring perjalanan waktu, Lanal Nias kini sudah mendapat label great B. Bahkan Lanal Bengkulu dan Lanal Sibolga saja greatnya masih C. Ditargetkan di masa mendatang, status Lanal Nias dapat meningkat menjadi Lantamal yang setara dengan Lantamal II Padang.
Keberadaan Lanal Nias memang sangat penting artinya karena berbatasan langsung dengan Samudra Hindia dan Australia. “Misalnya terjadi perang pada wilayah utara Indonesia, maka Lanal Nias yang akan lebih dulu maju,” jelasnya.
Antara Keluarga dan Tugas
Suami dari Silvia Rosita ini bercerita, semasa sekolah dia tidak pernah bercita-cita menjadi prajurit TNI AL. Minatnya lebih banyak tercurah pada bidang seni lukis dan musik. Bahkan dia pernah mendapat predikat Juara I pada sebuah lomba melukis dan menjadi siswa teladan tingkat SMP se-Jawa Timur.
Setelah lulus SMA tahun 1989, dia kuliah di Institut Teknologi Surabaya (ITS) jurusan Tekhnik Elektro. Tetapi karena timbul panggilan jiwa untuk menjadi tentara, maka sejalan dengan masa perkuliahan, dia mencoba ikut tes di Akademi Angkatan Laut. Anak ketiga dari lima bersaudara ini akhirnya berhasil menjadi seorang prajurit TNI AL pada tahun 1993.
Dalam menjalankan tugas, Kolonel Ivan menganggap bawahannya sebagai sahabat. “Ada waktunya saya menempatkan diri sebagai pimpinan, tapi ada juga waktunya sebagai sahabat, sehingga antara pimpinan dengan anggota tidak ada sekat,” katanya.
Pria yang memiliki motto “Berbuat baiklah kepada sesama agar anda pun dapat diperlakukan dengan baik” ini berharap ke depannya dapat menjadi Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) di wilayah Jawa atau menjadi komandan satuan. “Itulah harapan saya di masa mendatang,” katanya. (***)
Biodata
Nama Lengkap: IVAN GATOT PRIJANTO, SE
Pangkat: Kolonel
Tempat/tanggal lahir: Surabaya, 10 Februari 1972
Istri: Silvia Rosita
Anak: Adella Naura F (Pr), Adhiisa Priyanto (Lk)
Pendidikan Umum
- SD Tamat Tahun 1983
- SMP Tamat Tahun 1986
- SMA Tamat Tahun 1989
- S-1 Manajemen STIE Wilwatika-SBY Tahun 2010
Pendidikan Militer
- 24-07-1993 AAL-39 Tahun 1993
- 04-10-1994 Dikpasis Angk-6 Tahun 1994
- 30-06-1998 Diklapa-1/Art Angk-12 Tahun 1997/1998
- 19-12-2003 Diklapa-II/Koum Angk-2 Tahun 2003
- 06-11-2007 Seskoal Angk-45 Tahun 2007
Riwayat Pangkat
- 24-07-1993 Letda
- 01-10-1996 Lettu
- 01-10-1999 Kapten
- 01-10-2004 Mayor
- 01-10-2009 Letkol
- 01-04-2014 Kolonel
Tanda Jasa
- SL. Kesetiaan VIII SL. Kesetiaan XVI
- SL. Komandan KRI
- SL. Kesetiaan XVI
- SL. Baksos
- SL. Dharma Nusa
- SL. Pulau Terluar

















