
Melayani dan bukan untuk dilayani. Prinsip itu dipegang teguh oleh Bupati Nias Barat Faduhusi Daeli dalam menjalankan roda pemerintahan sehari-hari. Dia mengajak seluruh aparaturnya untuk melayani masyarakat dan bukan untuk dilayani demi percepatan pembangunan.
Hal itu dikemukakannya kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Nias Barat dan di hadapan para tokoh dan ribuan masyarakat pada acara penyambutan Bupati dan Wakil Bupati di halaman kantor Bupati Nias Barat, Selasa (26/04/2016) silam. Berbulan-bulan kemudian, prinsip itu masih dijalankannya.
“Sebab selain untuk memantapkan kualitas pengabdian serta meningkatkan kecintaan kepada negara dan bangsa, juga merupakan salah satu wujud nyata pelaksanaan tugas dan tanggung jawab yang diamanahkan kepada kita sebagai aparatur pemerintahan maupun abdi negara,” katanya, kepada Pesona Nias, beberapa waktu lalu.
Faduhusi Daely mengatakan, demi tercapainya kemajuan Kabupaten Nias Barat sesuai dengan visi-misi dan slogan “Nias Barat Berdaya”, dirinya meminta kepada seluruh komponen masyarakat untuk membantu mendukung semua program pemerintah daerah selama 5 tahun ke depan.
“Ada 5 bagian penting untuk menjadi perhatian dan prioritas selama 5 tahun ke depan, yaitu memperkuat tata kelola pemerintahan yang berwibawa dan bersih, meningkatkan kualitas jalan, meningkatkan aksibilitas pendidikan dan kesehatan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi kerakyatan, serta meningkatkan kualitas iman,” katanya.
Sambungnya lagi, “Nias Barat harus bisa di segala link dan untuk mencapai itu, kita harus ambil bagian di dalamnya. Kita jangan hanya menonton, mari kita bergandeng tangan kalau mau Nias Barat maju. Ini tugas kita bersama dalam membangun Nias Barat.”
Selain dituntut harus jeli dalam mengambil kebijakan strategis yang dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat, Faduhusi mengaku memiliki banyak pekerjaan rumah. Saat ini misalnya, sarana jalan di wilayah Nias Barat sepanjang 300 kilometer yang berada di 8 kecamatan akan dibenahi dan harus selesai dikerjakan secara bertahap dalam 3 tahun ke depan dengan dukungan APBD tahun 2016, 2017 dan 2018.
“Dalam tiga tahun ke depan sarana jalan di wilayah Nias Barat akan saya muluskan. Dengan demikian akan menggerakkan roda perekonomian, khususnya bagi wisatawan yang akan mengunjungi Pulau Asu,” ujarnya.
Menurutnya, objek wisata di Nias Barat hanya akan tinggal kenangan karena belum ada yang menggerakkannya. Untuk itu, dalam dua tahun ke depan dia akan terus memantau sektor ini dan memberikan kemudahan kepada investor yang mau mengembangkan pariwisata di Nias Barat. “Ada kemudahan izin serta pelayanan yang baik bagi investor yang ingin membangun Nias Barat, khususnya di Pulau Asu,” ujarnya.
Berawal dari Guru SD
Pria yang memiliki motto hidup “Bekerja bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain” ini pada tahun 1975 memulai karir sebagai seorang guru sekolah dasar negeri di Telukdalam.
Saat memulai karir sebagai pengajar itu, Faduhusi harus rela berjalan kaki selama 3 hari 3 malam melewati jalan setapak dan menyusuri pantai dari rumahnya di Lahömi, Nias Barat menuju Telukdalam, Nias Selatan.
Sebagai seorang guru, hari-hari selanjutnya dilalui di dalam kelas. Mengajar “Ini Bapak Budi, Ini Ibu Budi” menjadi rutinitas sehari-hari bagi pria kelahiran Onowaembo, 25 November 1956 ini. Tidak pernah terlintas dalam benaknya bila di suatu hari nanti dirinya akan menjadi bupati. “Paling-paling saya hanya bisa menjadi kepala sekolah atau pengawas sekolah,” ujarnya.
Tapi rupanya Tuhan punya rencana lain. Setelah menjadi kepala sekolah (1983) dan pengawas TK/SD Kecamatan Telukdalam (1994), karirnya masih berlanjut dengan menjadi Kasi Dikdas Depdiknas Nias (1999), Kasubbid Pengkajian TTG – BPM Nias (2001), Kabid Pemanfaatan TTG – BPM Nias (2002), Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan (2004), Plh. Kadis Pendidikan Kabupaten Nias Selatan (2005) dan Kadis Pendidikan Kabupaten Nias Selatan (2006). Karirnya terus berlanjut dengan menduduki berbagai jabatan strategis lainnya hingga akhirnya dipercaya menjadi Pj. Bupati Nias Barat pada tahun 2009.
Di saat menjadi Pj. Bupati Nias Barat ini, Faduhusi membuat beberapa terobosan, antara lain dengan dana yang minim tetap bisa melakukan pembangunan, seperti membangun kantor-kantor pemerintahan dan membangun Jalan Onolimbu menuju simpang Simaeasi.
Puncaknya, pada Pilkada 9 Desember 2015, Faduhusi Daely bersama Khenoki Waruwu berhasil menjadi pemenang, dan pada Jumat, 22 April 2016, secara resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Nias Barat oleh Menteri Dalam Negeri di Jakarta.
Program 100 hari kerja yang dimulai 10 Mei 2016 dan berakhir pada 18 Agustus 2016 menjadi “pemanasan” baginya sebelum memulai program pembangunan untuk 5 tahun ke depan. Para kepala dinas dan jajarannya lantas diarahkan untuk turun ke lapangan untuk memantau bidang pertanian, kesehatan, pariwisata dan lainnya yang kesemuanya juga dipantau dan diawasi langsung olehnya bersama wakil bupati.
Di bawah kepemimpinan Faduhusi Daely, slogan “Nias Barat Berdaya” tampaknya benar-benar akan menjadi kenyataan. (Rio)

















