Suaranusantara.com- Protes mahasiwa dengan menolak dinasti politik di Indonesia tersu berdatangan. Kali ini, mahasiswa dari Kendari Sulawesi Tenggara gelar mimbar bebas.
Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Sulawesi Tenggaran (AMARA) tegas menolak dinasti politik dan pelanggaran HAM.
Koordinator Ardyanto sampaikan jika aksi tersebut murni berasal dari mahasiswa dan rakyat karena melihat kondisi negara yang semakin mempirhatinkan.
“Aksi ini juga merupakan upaya menyelamatkan demokrasi dari oligarki dan tirani serta meminta penegakkan keadilan hukum tanpa intervensi” kata Ardyanto
Selain itu, Ardyanto juga tegas sampaikan jika putusan Mahkamah Konstitusi terkait batas usia capres-cawapres telah membuka ruang bagi dinasti politik.
“Pilpres 2024 saat ini mempertontonkan secara gamblang persoalan politik dinasti. Padahal putusan MK tersebut dianggap cacat prosedural dan melanggar konstitusi demi kepentingan kelompok” tambahnya
Karenanya, Ardyanto katakan jika aksi mereka itu mengeluarkan sejumlah pernyataan sikap salah satunya menolak dinasti politik, tuntaskan seluruh pelanggaran HAM. Ketiga, selamatkan demokrasi dari oligarki dan tirani. Terakhir, tegakkan keadilan hukum tanpa intervensi.(kml)


















Discussion about this post