BKIPM Sebut Bisnis Penyelundupan Benih Lobster Mirip Narkoba

Di awal tahun 2019, sudah 12 kali upaya penyelundupan benih lobster ke luar negeri.(aul)

Kota Tangerang – Penyelundupan benih lobster ke luar negeri mendapat perhatian serius dari sejumlah pihak. Maklum saja, di awal tahun 2019, sudah 12 kali upaya penyelundupan hasil laut eksotis tersebut namun berhasil digagalkan.

Kepala Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Dr. Rina bahkan menyebut, bisnis penyelundupan lobster mirip dengan bisnis narkoba.

“Ini bisnis yang sangat menggiurkan, penggagalan yang telah kita lakukan sebanyak 125.619 ekor bernilai Rp. Rp19.023.800.000,” kata Rina, di Tangerang, Sabtu (16/3/2019).

Baca Juga: Ratusan Ribu Benih Lobster Diselundupkan dalam Baju Anak

Vietnam menjadi salah satu negara ‘la gganan’ tujuan para pelaku penyelundupan. Bahkan, sebelum diberlakukannya aturan pelarangan lalu lintas benih lobster dari Indonesia, negara tersebut dapat mengekspor lobster siap konsumsi hingga 18.117 USD pada tahun 2012.

“Negara peminta biasanya Vietnam, mereka minta Lobster Mutiara dan Pasir, kalau Lobster Bambu mereka enggak mau karena memang harganya bisa mencapai Rp 5 juta per ekor jika sudah siap konsumsi, sementara kalau benih hanya Rp150ribu,” ungkap Rina.

Pihaknya ujar dia tengah melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum terutama kejaksaan untuk memberikan hukuman yang semaksimal mungkin bagi para penyelundup untuk membuat efek jera.

“Kita sedang memperkuat bagaimana efek jeranya, tapi saya kira teman-teman di penegakan hukum sudah mulai paham, kemarin keputusan di Jambi kurungan 1,9 bulan dengan denda Rp1,5 miliar, kita sudah bersama-sama kejaksaan agar memberikan efek jera,” tutupnya.(aul/and)