Suaranusantara.com – Seorang siswa MTs berusia 10 tahun dengan inisial RG diduga menjadi korban tindakan bullying dan pengeroyokan oleh sejumlah teman sekelasnya di sebuah pondok pesantren di Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Sebagian besar pelaku pengeroyokan adalah senior-senior RG di pondok tersebut. Menurut laporan dari detikJateng pada Selasa (19/9/2023), ibu dari korban, Khusnul Khotimah, mengungkapkan bahwa tubuh anaknya saat ini penuh dengan luka lebam dan masih mengalami trauma yang membuatnya enggan untuk kembali ke sekolah.
Kejadian ini terjadi pada malam Sabtu (9/9) ketika RG dipanggil oleh senior-senior kelas VIII dan diajak masuk ke salah satu kamar kelas VIII.
Baca Juga :Â Inilah Harga iPhone Terbaru Setelah Peluncuran iPhone 15
Di dalam kamar tersebut, RG mengalami tindakan penganiayaan dan bahkan dikeroyok oleh 14 orang, yang sebagian besar adalah senior-senior di kelas VIII dan IX. Khusnul baru mengetahui kejadian tersebut pada hari berikutnya saat dia menelepon anaknya.
“Saya tahu kejadian itu pada pagi harinya yakni Minggu. Saya ngebel (telepon) anaknya, saya dapat cerita, dan awalnya saya tidak percaya. Setelah saya datangi, saya baru percaya setelah melihat luka-luka yang ada di tubuh anak saya,” ujar Khusnul saat ditemui di rumahnya.
Karena peristiwa yang dialami anaknya, Khusnul segera melaporkan kejadian ini ke Mapolres Pekalongan pada Minggu (10/9), setelah melakukan pemeriksaan visum di rumah sakit.
Baca Juga :Â Presiden Jokowi Ajak Prabowo Merasakan Kenyamanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pekalongan, AKP Isnovim, mengonfirmasi adanya laporan dari keluarga korban. Saat ini, kasus ini sedang dalam penanganan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Pekalongan.
“Bahwa benar, pada tanggal 10 September, kami menerima pengaduan terkait peristiwa tersebut dan peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 9 September, pengaduannya korban dipukuli teman-temanya di ponpes,” kata Isnovim saat ditemui di Mapolres Pekalongan.(Dn)


















Discussion about this post