Suaranusantara.com- Langkah Xiaomi dalam menciptakan chipset sendiri jadi bukti ambisi mereka untuk tak sekadar jadi produsen ponsel. Mereka siap masuk ke liga utama pemain teknologi global. Pertanyaannya: mampukah mereka bersaing di panggung besar ini?
Chipset ini merupakan hasil pengembangan serius Xiaomi yang bekerja sama dengan pabrik semikonduktor TSMC. Dibangun dengan arsitektur 3nm, chip tersebut menjadi simbol keseriusan Xiaomi dalam menyaingi pemain besar seperti Qualcomm dan Apple.
CEO Xiaomi, Lei Jun, bahkan menyebut pengembangan chip ini telah menyedot dana lebih dari 13 miliar yuan atau setara dengan sekitar 1,8 miliar dolar AS. Produksi massal Xring O1 sudah berjalan, menandakan bahwa Xiaomi telah siap masuk dalam persaingan industri chip kelas atas.
Dari segi performa, Xring O1 dipersenjatai dengan 10-core CPU dan GPU Immortalis-G925. Berdasarkan data benchmark Geekbench, chip ini mencatat skor tinggi yakni 3119 poin untuk single-core dan 9673 poin pada pengujian multi-core.
Angka ini menempatkan Xring O1 sejajar dengan prosesor premium buatan pesaingnya. Smartphone pertama yang akan mengusung chip ini adalah Xiaomi 15S Pro, yang hadir dengan layar 6,73 inci beresolusi 2K serta refresh rate 120Hz berbasis LTPO. Layarnya didesain melengkung di keempat sisi dan mengusung teknologi pemindai sidik jari ultrasonik di bawah layar.
Tak hanya tampil mewah di sisi visual, Xiaomi 15S Pro juga dilengkapi dengan baterai 6100mAh yang mendukung pengisian cepat 90W melalui kabel dan 50W secara wireless. Di sektor kamera, Xiaomi menggandeng Leica untuk menghadirkan konfigurasi tiga kamera, termasuk lensa utama 50MP dan kamera telefoto periskop dengan zoom optik 10x. Fitur UWB (Ultra-Wideband) juga ditanamkan untuk meningkatkan konektivitas dengan ekosistem kendaraan pintar Xiaomi seperti SU7 dan YU7.
Tak ketinggalan, Xiaomi Pad 7 Ultra juga akan meramaikan panggung peluncuran. Tablet flagship ini membawa layar OLED 14 inci dengan bezel tipis dan notch yang kabarnya mendukung pengenalan wajah berbasis 3D.
Tablet ini juga menggunakan chipset Xring O1, menjadikannya pilihan ideal untuk para profesional yang menginginkan performa tinggi untuk multitasking, editing, dan gaming. Pengisian dayanya pun super cepat dengan daya 120W, memungkinkan pengisian penuh dalam waktu yang sangat singkat.
Keputusan Xiaomi untuk beralih ke chipset buatan sendiri menunjukkan ambisi besar mereka untuk membentuk ekosistem teknologi yang lebih solid dan mandiri. Setelah sukses terjun ke dunia otomotif lewat mobil listrik SU7, kini mereka memperluas pengaruh ke sektor semikonduktor yang selama ini dikuasai segelintir raksasa. Dengan kendali penuh atas perangkat keras inti, Xiaomi tidak hanya bisa menekan biaya produksi, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan integrasi lintas produk.
Peluncuran Xiaomi 15S Pro dan Pad 7 Ultra menandai era baru di mana Xiaomi tidak sekadar menjadi pembuat perangkat, tetapi juga inovator teknologi. Chipset Xring O1 menjadi simbol transformasi besar itu. Meskipun tantangan dari para pemain lama di industri semikonduktor tak mudah, langkah Xiaomi ini patut dicermati sebagai potensi perubahan peta kekuatan teknologi global di masa mendatang.


















Discussion about this post